Laporan: H.S. Makin Rahmat (Tour Leader Umroh-Haji/ Wartawan UKW Senior)
Turkey (Wartatransparansi.com) – Kunjungan hari terakhir jamaah PT Elman Gemilang umroh plus Turkey, hari Ahad/ Minggu (30/11) terasa istimewa. Selain bersamaan Kunjungan Paus Leo XIV ke Turkey, jadwal menyebrang laut Bhosporust perbatasan belahan Asia Eropa, selain mendapatkan suguhan panorama eksotik membuat panik jamaah.
Mengapa jamaah umroh panik? Laporan HS Makin Rahmat yang menjadi Tour Leader didampingi Tour Guide Local Mr Yunus, harus mengatur strategi. Malamnya harus mengubah jadwal kegiatan. Apalagi informasi dari pemerintah Turkey, jalan protokol yang dilalui rombongan Paus Leo XIV Diblokade dan dijaga ketat petugas militer, termasuk jalan dari Hotel Ramada Plaza Istanbul ke pelabuhan.
“Ini memang kunjungan pertama Paus, setelah berabad-abad silam, pasca peralihan konstantinopel ke Turki Utsmani. Jadi, presiden Erdogan harus ekstra hati-hati,” ungkap Yunus saat berunding dengan tim.
Benar saja, jadwal sarapan (Kahvalti bahasa Turkey) atau breakfast seharusnya berakhir pukul 07.30, harus diperpendek. Beberapa jamaah terpaksa menghentikan sarapan, ada pula yang membawa telur dan kue snack maupun roti tawar untuk dilanjutkan di bus.
“Ayo cepat-cepat, kapalnya sudah menunggu. Jangan sampai terlambat, di atas jam 8 jalan-jalan pasti diblokir dan dilokade tentara,” papar Yunus.

Benar saja, saat tiba di pelabuhan untuk naik, jalan-jalan protokol sudah dijaga ketat. Bahkan, beberapa tentara bersenjata melarang turis untuk memfoto atau video mengabadikan peristiwa langka. Beberapa pedagang suvenir pun dilarang untuk berkeliaran di jalan raya menjajakan hasil kerajinannya.
Dari catatan yang diterima penulis, kunjungan resmi Paus Leo XIV ke Turki dan Lebanon adalah perjalanan apostolik pertama Paus Leo XIV ke luar negeri sejak pemilihannya sebagai Uskup Roma.
Kunjungan ini berlangsung dari 27 November hingga 2 Desember 2025, dengan tujuan memperingati 1700 tahun Konsili Nicea Pertama dan memperkuat dialog antaragama serta perdamaian di Timur Tengah.
Khusus Agenda Kunjungan ke Turki, mengadakan pertemuan dengan Presiden Turki_ Recep Tayyip Erdogan di Ankara, dilanjutkan mengunjungi İznik_ (Nicaea) untuk memperingati Konsili Nicea Pertama, gelar Doa Ekumenis_ bersama Patriark Bartolomeus I dari Konstantinopel dan perjamuan dengan komunitas Katolik_ dan pemimpin agama lainnya.
Pesan Paus Leo XIV, mempertajam perdamaian dan dialog_ antaragama dan antarumat, persatuan Kristen dan kerja sama antar gereja dan solidaritas dengan korban konflik dan kesulitan di Timur Tengah.
“Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Gereja Katolik dan komunitas Kristen Timur, serta mempromosikan perdamaian dan dialog di kawasan yang bergejolak, ” relis resmi pemerintah.
Terlepas dari rasa deg-degan, jamaah mendapatkan penjelasan dan menikmati laut Bhosporust yang begitu mempesona dari Cak Yunus, sebutan anyar Mr Yunus.
Selain deretan bangunan bersejarah, kicauan burung camar, gelombang laut yang indah dan keberadaan benteng pemantau yang masih berdiri di tengah laut menjadikan pelipur setelah deg-degan.
“Alhamdulillah, tidak rugi bisa berkunjung ke Turkey. Walau capai, terbayarkan dengan tempat-tempat yang menakjubkan, seperti Hagia Sophia, masjid Biru, dan kawasan Cappadocia, ” kata Abah Purwanto, asal Surabaya dan Abah Kamali asal Bawean. (*)