banner 400x130

Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni: Program Pengentasan Kemiskinan Sudah Tepat Sasaran

Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni

SURABAYA – Berdasarkan laporan, penurunan angka kemiskinan sebesar 0,80 persen poin ini turut menempatkan Bojonegoro dalam jajaran lima daerah dengan tren penurunan kemiskinan tertinggi di Jawa Timur.

Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menunjukkan tren positif yang signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di wilayah Bojonegoro turun menjadi 10,69 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro, penurunan sebesar 0,80 poin persentase itu setara dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 9.970 orang, dari sebelumnya menjadi 134.930 orang pada Maret 2026.

BPS Bojonegoro juga mencatat, garis kemiskinan pada Maret 2026 mencapai Rp 531.534 per kapita per bulan, naik dari Rp 490.299 pada 2025. Kenaikan tersebut sekitar 8,4 persen dan menjadi nilai tertinggi dalam rentang data 2015–2026

Menanggapi capaian positif ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memasang target ambisius berikutnya dengan membidik angka kemiskinan agar dapat menembus level satu digit.

Begitu juga Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni mengatakan bahwa keberhasilan menekan angka kemiskinan ini tidak lepas dari efektifitas program-program kerakyatan, penguatan sektor UMKM, serta ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial maupun lokal.

Ia juga mengatakan tantangan ke depan dinilai masih cukup besar untuk menjaga kesinambungan penurunan tersebut hingga benar-benar menyentuh target satu digit.

Namun menurutnya, penurunan angka kemiskinan ini hingga menyentuh level 10,69 persen ini patut disyukuri dan memberikan apresiasi bersama.

“Ini membuktikan bahwa intervensi program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan serta penguatan sektor UMKM di Bojonegoro sudah berada di jalur yang tepat”, ungkap Sri Wahyuni politisi Demokrat saat ditemui usai rapat paripurna, Senin (19/10/2026).

Lebih lanjut, politikus Demokrat tersebut menekankan pentingnya menjaga konsistensi program, khususnya dalam memastikan ketepatan sasaran bantuan sosial serta memperkuat ketahanan ekonomi warga prasejahtera agar tidak mudah kembali jatuh ke garis kemiskinan.

Selain itu, kata dia kerja belum selesai mengingat target Pemerintah untuk membidik angka satu digit harus didukung penuh melalui pengawalan kebijakan anggaran yang pro-rakyat, peningkatan kualitas SDM, serta penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan di tingkat lokal.

“Sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan legislatif diyakini menjadi kunci utama agar target penurunan kemiskinan satu digit di Bojonegoro dapat segera terwujud dalam waktu dekat”, pungkasnya.

Angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur turun menjadi 10,69 persen pada Maret 2026. Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 11,49 persen, sekaligus menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk mengejar target kemiskinan satu digit. (nda/min)