banner 400x130

Pemkot Surabaya Lanjutkan Penataan RPU Pasar Babaan dan Wonokromo

Pemerintah Kota Surabaya melanjutkan penataan Rumah Potong Unggas (RPU) di Pasar Babaan dan Pasar Wonokromo untuk memperkuat jaminan kehalalan, kebersihan, dan standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) pada daging unggas yang diperdagangkan.

SURABAYA – Pemkot Surabaya melanjutkan penataan Rumah Potong Unggas (RPU) di Pasar Babaan dan Pasar Wonokromo untuk memperkuat jaminan kehalalan, kebersihan, dan standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) pada daging unggas yang diperdagangkan.

Fasilitas pemotongan tersebut saat ini berada dalam tahap perbaikan menyeluruh dan akan beroperasi penuh setelah kesiapan sarana, prasarana, serta pemenuhan standar higiene terpenuhi. Anda dapat membaca informasi selengkapnya di Surabaya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma mengatakan, penataan tersebut bagian dari upaya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pedagang unggas dalam melakukan penyembelihan di tempat pemotongan yang berizin dan memenuhi standar ASUH.

“Harapannya, pedagang tetap dapat menjalankan usahanya dengan baik, sementara pembeli memperoleh daging unggas yang terjamin kehalalan dan kebersihannya, serta lingkungan pasar menjadi lebih nyaman bagi semua pihak,” kata Vykka, Minggu (18/10/2026).

Vykka menerangkan, adanya penataan RPU ini diharapkan juga dapat meningkatkan kenyamanan bagi pembeli, karena Pemkot memisahkan antara tempat pemotongan dengan area perdagangan. Dengan demikian, maka kebersihan lingkungan pasar akan lebih terjaga sehingga pembeli menjadi aman dan nyaman.

“Jadi, manfaatnya tidak hanya bagi konsumen dari sisi kehalalan dan kualitas produk, tetapi juga bagi pedagang dan pengelolaan pasar secara keseluruhan,” terangnya.

Vykka menambahkan, saat ini RPU tersebut masih dalam tahap perbaikan menyeluruh. RPU ini akan mulai dioperasionalkan setelah kesiapan seluruh sarana dan prasarana, pemenuhan persyaratan teknis dan operasional, serta kesiapan pedagang untuk mengikuti mekanisme yang diterapkan.

Hal paling utama, menurut Vykka, adalah memastikan fasilitas RPU dapat berfungsi dengan baik, memenuhi standar higiene dan sanitasi, serta mendukung proses pemotongan unggas yang memenuhi persyaratan kehalalan dan keamanan pangan. (fri)

Editor: Wetly