SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas pada Minggu (18/10). Langkah tegas ini diambil setelah adanya keluhan warga mengenai ketidakpastian sistem antrean online melalui aplikasi e-Health saat melakukan inspeksi mendadak di Puskesmas Medokan Ayu pada Selasa (13/10).
Sidak tersebut dipicu oleh laporan warga yang mendapatkan nomor antrean 20 pada aplikasi, namun berubah menjadi 78 saat tiba di lokasi. Evaluasi di lapangan menunjukkan adanya kekeliruan mekanisme alur pelayanan, terutama bagi pasien yang datang terlambat. Manajemen puskesmas langsung memberikan nomor baru, alih-alih melewati lima nomor terlebih dahulu sebelum diperiksa.
“Jadi, sistem ini harus kita atur kembali agar sama dengan yang diterapkan di Rumah Sakit Soewandhie. Semua puskesmas harus memiliki standar pelayanan yang sama,” tegas Eri Cahyadi.
Selain evaluasi antrean, penataan juga menyasar pembenahan infrastruktur fisik termasuk kondisi bangunan dan ruangan. Secara khusus, ruang instalasi gawat darurat dinilai perlu diubah suasananya agar tidak terkesan menyeramkan dan menciptakan kenyamanan bagi pasien.
Eri memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan agar pada 2027 seluruh puskesmas di Surabaya menjadi lebih baik. Sebanyak 23 puskesmas rawat inap ditargetkan memiliki kondisi yang prima demi memastikan masyarakat kecil yang mendapat pengobatan gratis memperoleh pelayanan yang layak.
Manajemen puskesmas juga diminta mengelola pelayanan secara efektif dan menambah tenaga kesehatan jika terjadi kekurangan. Penyeragaman sistem ini diharapkan mampu menciptakan alur pelayanan yang tertib dan mencegah kebingungan pasien di masa mendatang. (fri)







