banner 400x130
Jember  

Pasokan di Jember BBM Kembali Normal ,Kebijakan WFH dan PJJ Dihentikan

Bupati Jember Muhammad saat datangi SPBU pastikan pasokan BBM normal

JEMBER – Setelah situasi antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir dipastikan telah terurai dan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali normal.

Kaitan dengan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi mencabut kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh jenjang pendidikan di wilayah Kabupaten Jember.Senin(14/9/2026)

​Pencabutan kebijakan taktis tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, usai memimpin rapat evaluasi secara koordinatif melalui Zoom Meeting bersama seluruh jajaran instansi terkait. Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Asisten Sekda, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat se-Kabupaten Jember, perwakilan Himpunan Wiraswasta Swasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Jember, hingga pihak Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Jember.

Dalam kesempatan itu Gus ​Fawait menjelaskan bahwa kebijakan intervensi sementara berupa penyelarasan WFH dan PJJ yang diberlakukan sejak pertengahan pekan berhasil secara efektif menekan tingkat konsumsi harian serta mengurai penumpukan mobilitas masyarakat di jalan raya.

​”Tadi kami melakukan rapat koordinasi secara Zoom dengan berbagai pihak, mulai dari kepala OPD terkait, para asisten, para camat, perwakilan Hiswana Migas Kabupaten Jember, hingga SBM Pertamina Jember. Agenda utama kami adalah mengevaluasi kondisi pasokan BBM di Kabupaten Jember, terutama setelah penerapan WFH dan PJJ sebagai ikhtiar menormalisasi kembali distribusi BBM,” jelasnya

​Berdasarkan laporan hasil penyisiran dan pemantauan langsung yang dilakukan para camat di SPBU tiap-tiap kecamatan, kondisi terkini di lapangan sudah jauh berkurang dari kepadatan.

Pantauan di sejumlah titik vital seperti SPBU Jalan Ahmad Yani (Sumbersari) dan SPBU Jalan Gajah Mada (Kaliwates) mengonfirmasi bahwa tidak ada lagi antrean kendaraan mengular, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pertamina Jember turut mengonfirmasi bahwa pasokan fisik serta stok cadangan BBM di wilayah Jember berada dalam status aman dan distribusi ke seluruh jalur SPBU telah berjalan lancar tanpa kendala.

​Dengan pertimbangan matang atas membaiknya situasi lapangan serta terpenuhinya pasokan energi bagi masyarakat, Pemkab Jember memutuskan mengembalikan seluruh aktivitas pelayanan publik dan pendidikan ke moda tatap muka/luring mulai esok hari.

“Seluruh siswa dari jenjang PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA diimbau dan diwajibkan untuk kembali mengikuti proses Pembelajaran Secara Luring (Tatap Muka) di sekolah masing-masing dan seluruh ASN dan Pegawai di lingkungan Pemkab Jember diwajibkan kembali bekerja secara tatap muka dari kantor (Work from Office) untuk mengoptimalkan kembali pelayanan kepada masyarakat,” papar Buoati Fawait.

​Selama terjadinya masa krisis distribusi BBM, Pemkab Jember tidak hanya menempuh jalur administratif, tetapi juga mengerahkan jajaran instansi, camat, hingga sukarelawan SPPG untuk turun langsung ke SPBU-SPBU memberikan bantuan logistik serta menyapa warga yang sempat mengantre.

​Fawait menegaskan bahwa respon cepat ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah agar masyarakat tidak merasa berjuang sendirian di masa sulit.

​”Turunnya Bupati, OPD, Camat, hingga SPPG ke lapangan adalah pesan tegas bahwa kami tidak mau membiarkan masyarakat berjuang sendirian atau antre tanpa perhatian dari pemerintah. Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, saya menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan, kekurangan, maupun hal yang kurang pas dirasakan masyarakat selama kondisi ini berlangsung,” tutupnya. (*)

Penulis: Sugito