SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Upacara dan Tasyakuran Peringatan Hari Jadi ke-81 TNI Angkatan Laut (AL) Tahun 2026 di Dermaga Madura, Komando Armada II (Koarmada II), Surabaya, Kamis (10/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia, mengamankan jalur pelayaran, serta melindungi kekayaan laut nasional.
Khofifah menegaskan, sebagai negara kepulauan, laut bukan menjadi pemisah antarpulau, melainkan ruang pemersatu Nusantara yang memiliki peran penting dalam pertahanan, konektivitas, dan pertumbuhan ekonomi.
“Selamat Hari TNI Angkatan Laut Ke-81. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian seluruh prajurit dalam menjaga laut, wilayah kemaritiman, mengawal kedaulatan, serta merawat persatuan NKRI,” ujar Khofifah.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam ekosistem maritim nasional. Selain menjadi pusat perdagangan, logistik, dan industri, Jawa Timur juga menjadi salah satu simpul penting konektivitas laut Indonesia.
Khofifah menyebut, keberadaan TNI AL di Jawa Timur semakin memperkuat peran provinsi ini sebagai pusat pertahanan maritim, dengan hadirnya Akademi Angkatan Laut (AAL), Koarmada II, Kodaeral V, Korps Marinir, hingga industri pertahanan PT PAL Indonesia.
Ia juga mengapresiasi sinergi TNI AL bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam berbagai program kemasyarakatan, salah satunya renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sejak 2019 hingga 2025 telah mencapai 2.674 unit.
Melalui kolaborasi tersebut, Khofifah berharap TNI AL semakin menjadi kekuatan laut yang modern, profesional, tangguh, serta terus hadir di tengah masyarakat.
“Laut adalah halaman depan sekaligus masa depan bangsa. Membangun kekuatan maritim berarti membangun kedaulatan, kesejahteraan, dan konektivitas Nusantara,” pungkasnya. (*)







