Jember, WartaTransparansi.com – Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan pinjaman daerah sebesar Rp786,573 miliar melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI untuk mempercepat pembangunan pada 2027.
Pembiayaan tersebut diprioritaskan untuk infrastruktur jalan, penerangan jalan umum (PJU), serta pengembangan fasilitas kesehatan.
Pejabat Sekretaris Daerah Jember sekaligus Ketua TAPD Jember, Achmad Imam Fauzi, mengatakan pinjaman tersebut merupakan strategi pembiayaan pembangunan, bukan karena kas daerah mengalami defisit.
“Ini dana talangan untuk percepatan pembangunan, bukan karena kas daerah minus atau pemerintah kehabisan uang,” ujar Fauzi.
Dari total pinjaman, Rp400 miliar dialokasikan untuk menangani sekitar 527,68 kilometer jalan rusak ringan hingga berat. Selanjutnya, Rp200 miliar digunakan untuk pengadaan PJU yang mencakup puluhan ribu titik lampu di 226 desa dan 22 kelurahan.
Sementara Rp130 miliar dialokasikan untuk pengadaan gedung dan alat kesehatan di RSD dr. Soebandi. RSD Balung mendapat Rp56,583 miliar untuk pengadaan gedung dan tempat tidur pasien.
Menurut Fauzi, perluasan fasilitas kesehatan diperlukan karena tingkat keterisian tempat tidur (BOR) kedua rumah sakit daerah tersebut cukup tinggi. Penambahan kapasitas diharapkan dapat mengurangi antrean pasien sekaligus membuka kebutuhan tenaga kesehatan baru.
Pemkab menilai penundaan pembangunan juga memiliki risiko, terutama akibat kenaikan harga konstruksi. Fauzi menyebut indeks harga bulanan sektor pekerjaan umum meningkat 2,22 persen pada Juni 2026. Dari tren tersebut, kenaikan biaya konstruksi diproyeksikan mencapai sekitar 26,64 persen.
Karena itu, Pemkab Jember menilai pembiayaan melalui pinjaman perlu dilihat dari manfaat pembangunan yang dihasilkan serta kemampuan daerah dalam mengembalikan pinjaman. (*)







