Di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya, ada pemandangan yang mungkin belum banyak ditemukan di masjid lain. Di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, kolam ikan modern berdampingan dengan green house berisi ratusan melon yang tumbuh subur berkat sentuhan teknologi.
Saat berkunjung ke sana, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tidak hanya meresmikan Al-Akbar FishTech, tetapi juga ikut memanen ratusan buah melon hasil urban farming yang dikembangkan di lingkungan masjid.
Bagi Khofifah, masjid bukan hanya tempat ibadah. Lebih dari itu, masjid juga bisa menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan.
Di area FishTech, ribuan benih ikan ditebar ke dalam enam kolam budidaya. Ada lele, patin, hingga nila merah yang dipelihara menggunakan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Sistem ini memungkinkan air terus disirkulasikan sehingga lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan.
Konsep tersebut dinilai sangat cocok diterapkan di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Dengan dukungan teknologi berbasis Internet of Things (IoT), pengelolaan kolam menjadi lebih mudah dan terukur.
Tak jauh dari kolam ikan, berdiri green house yang menjadi rumah bagi berbagai varietas melon unggulan. Di tempat inilah ratusan buah melon dipanen, mulai dari Dalmatian, Inthanon RZ, Sweet Hami, Alisha F1 hingga Leoni.
Yang menarik, seluruh proses budidaya dilakukan dengan sistem Smart Green House berbasis IoT. Suhu ruangan, kelembapan, intensitas cahaya, hingga kebutuhan nutrisi tanaman dapat dipantau dan diatur secara otomatis.
Teknologi tersebut membantu petani mengurangi kesalahan dalam budidaya sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen. Hasilnya, melon yang dipanen memiliki rasa manis, tekstur renyah, daging buah tebal, dan aroma yang khas.
Namun kisah di Al Akbar tidak berhenti pada ikan dan melon. Sejak beberapa tahun terakhir, berbagai sudut lahan di kawasan masjid dimanfaatkan untuk menanam sayuran, tanaman herbal, hingga empon-empon yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Bagi Khofifah, apa yang tumbuh di Masjid Al Akbar adalah bukti bahwa ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari lahan luas. Dengan kreativitas, teknologi, dan semangat pemberdayaan, lahan yang terbatas pun dapat menghasilkan manfaat besar.
Harapannya, inovasi yang lahir dari lingkungan masjid ini bisa menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain di Indonesia untuk menghadirkan program produktif yang membawa kemanfaatan bagi umat. (*)







