banner 400x130

Arab Saudi Perlahan Lengang, 95 Ribu Jemaah Haji Indonesia Gelombang l Pulang Kampung

MAKKAH – Langit Arab Saudi perlahan mulai lengang dari lalu-lalang rombongan jemaah haji Indonesia. Setelah lebih dari sebulan menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci, satu per satu mereka kini kembali ke kampung halaman dengan membawa cerita, harapan, dan doa yang dipanjatkan di depan Ka’bah.

Senin (15/6/2026) menjadi penanda berakhirnya fase pemulangan Gelombang I. Sebanyak 95.178 jemaah haji Indonesia, didampingi 977 petugas, telah diterbangkan ke Tanah Air melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Mereka tergabung dalam 245 kelompok terbang (kloter) yang secara bertahap meninggalkan Arab Saudi setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji.

Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kisah ribuan wajah yang berseri karena berhasil menyempurnakan rukun Islam kelima. Ada yang pulang dengan langkah masih tertatih akibat kelelahan, ada pula yang tak henti mengabadikan momen terakhir sebelum meninggalkan Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Maria Assegaf, memastikan proses pemulangan berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, total 96.155 orang, terdiri atas jemaah dan petugas, telah diterbangkan menuju Indonesia.

Sementara itu, suasana di Madinah mulai dipadati kedatangan jemaah Gelombang II dari Makkah. Sebanyak 139 kloter dengan total 53.894 orang telah bergerak menuju Kota Nabi untuk melanjutkan rangkaian ibadah dan ziarah sebelum memasuki jadwal kepulangan ke Indonesia.

Perpindahan ini menandai bergesernya pusat operasional haji Indonesia dari Makkah ke Madinah. Jika selama beberapa pekan terakhir perhatian tertuju pada hotel-hotel dan sektor pelayanan di Makkah, kini seluruh persiapan difokuskan pada proses pemulangan jemaah Gelombang II melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.

Di tengah proses kepulangan yang padat, Kemenhaj terus mengingatkan jemaah agar menjaga kesehatan. Cuaca panas, aktivitas perjalanan, serta kelelahan setelah menjalani ibadah menjadi tantangan tersendiri menjelang kepulangan.

Namun lebih dari sekadar perjalanan pulang, haji meninggalkan pesan yang lebih dalam. Kebersamaan yang terjalin selama di Tanah Suci, saling membantu sesama jemaah, berbagi ruang, waktu, dan tenaga, menjadi nilai yang diharapkan tetap hidup setelah kembali ke Indonesia.

Kemenhaj juga kembali mengingatkan agar jemaah tidak membawa air zamzam ke dalam koper bagasi maupun kabin. Air zamzam akan dibagikan di Tanah Air sesuai mekanisme yang telah ditetapkan sehingga proses pemeriksaan keamanan dan penanganan bagasi dapat berjalan lancar.

Kini, ketika pesawat demi pesawat membawa para tamu Allah kembali ke berbagai daerah di Indonesia, yang tersisa bukan hanya koper dan oleh-oleh. Ada pengalaman spiritual, pelajaran tentang kesabaran, serta harapan agar kemabruran yang diraih di Tanah Suci dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi ribuan jemaah itu, perjalanan fisik memang telah menuju akhir. Namun perjalanan untuk menjaga nilai-nilai haji yang mabrur sesungguhnya baru saja dimulai. **

(din/min)