SIDOARJO, Wartatransparansi.com — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding meresmikan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo, Jumat (8/5/2026).
Kehadiran fasilitas pertama di Indonesia tersebut diproyeksikan mempercepat arus ekspor-impor, menekan biaya logistik, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat perdagangan nasional.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol sirine sebagai tanda dimulainya operasional kawasan terintegrasi JATIM HUB — Nusantara Integrated Trade & Quarantine Gateway.
Gubernur Khofifah mengatakan, Instalasi Karantina Terpadu menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan layanan karantina, logistik, dan perdagangan dalam satu ekosistem modern dan efisien.
“Dengan adanya gerbang terintegrasi ini, proses logistik dan karantina tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dalam satu sistem yang cepat, efektif, dan transparan,” ujarnya.
Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki posisi penting sebagai lumbung pangan sekaligus lokomotif ekonomi nasional. Karena itu, pengawasan terhadap lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan harus dilakukan secara ketat namun tetap efisien.
Ia menyebut penguatan fungsi karantina selaras dengan strategi Gerbang Baru Nusantara yang menempatkan Jawa Timur sebagai pusat konektivitas Indonesia Barat dan Timur. Saat ini Jawa Timur didukung tujuh bandara, 37 pelabuhan, 12 ruas tol, dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 13 kawasan industri, serta satu kawasan industri halal.
“Pelabuhan Tanjung Perak melayani 24 dari 41 rute Tol Laut nasional. Hampir 80 persen pasokan logistik Indonesia Timur berasal dari Jawa Timur,” tegasnya.
Kawasan JATIM HUB yang dibangun di atas lahan 50 hektare di Jemundo, Sidoarjo, dilengkapi fasilitas pergudangan, cold storage, laboratorium, kawasan distribusi, hingga tempat penimbunan sementara. Sistem layanan juga diperkuat melalui joint inspection antara karantina dan Bea Cukai untuk memangkas dwelling time.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan integrasi layanan karantina dalam satu kawasan akan membuat proses pengujian dan distribusi barang lebih efektif dan tidak berbelit.
“Kami ingin arus barang menjadi lebih mudah, efisien, dan mampu meningkatkan daya saing perdagangan nasional,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelepasan ekspor frozen yellowfin tuna tujuan Amerika Serikat, pakan ternak ke Timor Leste, serta distribusi benih timun dari Jawa Timur menuju Lombok Barat. (*)






