Sudut Pandang Pendidikan, Jairi Irawan Sebut Pentingnya Penerapan Konsep Deep Learning

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai Golkar, Jairi Irawan

BLITAR, WartaTransparansi.com – Jairi yang juga Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur menyoroti pentingnya penerapan konsep Deep Learning (pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara mendalam dalam cakupan materi yang lebih sempit) yang mulai berjalan pada tahun 2025.

Menurutnya, konsep tersebut menuntut perubahan cara pandang dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Pembelajaran tidak hanya mengisi otak anak-anak didik kita, tetapi bagaimana mereka memiliki makna dan kebahagiaan dalam belajar. Pendidikan harus mampu membentuk pemahaman terhadap lingkungan dan masyarakat, sehingga apa yang dipelajari di sekolah bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Hal tersebut disampaikan dalam workshop pendidikan yang digelar Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Timur di Grand Mansion Hotel, Sabtu siang (25/04/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Pemanfaatan teknologi sebagai trigger dalam menerapkan pembelajaran interaktif, kolaboratif dan kontekstual”.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai Golkar, Jairi Irawan atau Mas Jairi, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek pengetahuan, tetapi juga harus memberikan makna serta dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Ketua IGI Jawa Timur, Sukari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Komisi E DPRD Jawa Timur dengan IGI dalam rangka meningkatkan kompetensi guru.

Ia menjelaskan, pemilihan Blitar sebagai lokasi kegiatan bertujuan agar para guru, baik di kota maupun kabupaten, dapat mengikuti perkembangan program pemerintah terkait digitalisasi pendidikan, khususnya implementasi KKA dan pembelajaran mendalam.

“Terima kasih kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi E yang telah membersamai kami dalam upaya meningkatkan kompetensi guru,” ujarnya.

Workshop ini diikuti para guru dari Kabupaten dan Kota Blitar sebagai upaya peningkatan kompetensi pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan, khususnya dalam penerapan pembelajaran berbasis digital. (*)

Penulis: Sumartono