MAGETAN (Wartatransparansi.com) – Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Ponorogo-Magetan, Adi Prayitno, terkesan menghindar dari media yang hendak meminta klarifikasi terkait mutasi Kepala SMKN 1 Ponorogo, Katenan yang sebelumnya diterpa isu pungutan terhadap wali murid.
waktu itu Adi Prayitno menghadiri acara di SMAN 1 Barat, Magetan. Sejumlah wartawan yang menunggu sejak pagi mengaku kecewa karena tidak mendapat kesempatan bertemu langsung. Saat itu rekan media telah meminta izin kepada pihak sekolah guna wawancara namun setelah menunggu cukup lama, mereka diberitahu bahwa sang pejabat telah meninggalkan lokasi melalui pintu samping.
“Bapak (Adi Prayitno-red) sedang sakit, tadi sudah pulang lewat pintu samping,” ujar Kepala sekolah SMAN 1 Barat, Sudjianto, Jumat (5/12/2025). Pernyataan itu dibantah oleh salah satu kepala sekolah lain yang juga hadir dalam acara tersebut.”Beliau sehat, tadi saya habis acara bersama di SMAN 1 Barat,” ujarnya.
Beberapa hari sebelumnya, upaya konfirmasi juga dilakukan ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan di Jalan Gajah Mada, Ponorogo. Namun salah seorang staf menyebut Adi Prayitno tidak berada di tempat karena padatnya jadwal acara.
Sikap tertutup Adi Prayitno menjadi pertanyaan seiring mencuatnya kasus dugaan pungutan liar di SMKN 1 Ponorogo. Kasus ini menyeret nama Kepala Sekolah yang mendadak dimutasi meskipun baru menjabat selama 5 bulan 15 hari. Sehingga langkah tersebut dinilai menyalahi ketentuan Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 yang mengatur bahwa kepala sekolah hanya bisa dimutasi setelah dua tahun menjabat, kecuali terbukti melakukan pelanggaran disiplin atau hukum.
Hingga kini, Adi Prayitno belum memberikan pernyataan resmi. Keberadaannya yang sulit dijangkau membuat publik semakin mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus ini.(*)











