banner 400x130

Eri Minta DLH Ganti Gerobak Sampah Milik Warga Hilang Dicuri

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengganti gerobak sampah milik warga RT 7 RW 6, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, yang hilang dicuri.

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengganti gerobak sampah milik warga RT 7 RW 6, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, yang hilang dicuri.

Eri juga meminta DLH berkoordinasi dengan kepolisian untuk melaporkan kehilangan tersebut dan membantu mengungkap pelaku. Gerobak yang hilang merupakan hasil urunan warga Kampung Pancasila dan menjadi satu-satunya sarana pengangkutan sampah di lingkungan RT 7 RW 6.

“Ada gerobak sampah yang dicuri. Padahal sudah jelas gerobak sampah itu digunakan untuk kepentingan masyarakat membuang sampah. Gerobak tersebut merupakan hasil urunan warga dari Kampung Pancasila,” kata Eri, Kamis (22/10/2026).

Eri menegaskan, kehilangan gerobak tidak boleh menghentikan pelayanan kebersihan maupun mengganggu penghasilan pengangkut sampah. Karena itu, Pemkot Surabaya melalui DLH diminta segera menyediakan gerobak pengganti sekaligus membantu proses pelaporan kepada kepolisian.

“Karena pengangkutan sampah tidak boleh berhenti, saya minta tolong agar gerobak itu diganti dengan gerobak sampah dari kita (Pemkot Surabaya). Setelah itu, cari pelakunya sampai ketemu. Kalau perlu, dibantu dengan membuat laporan ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Kepala DLH Kota Surabaya M Fikser mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan lurah setempat dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Karah untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. DLH bersama lurah akan membuat laporan kehilangan ke kepolisian dengan menyertakan rekaman kamera pengawas atau CCTV milik warga sebagai bukti pendukung.

“Kita buat laporan kehilangan dengan bukti CCTV ke Polsek terkait dengan kehilangan ini,” ujar Fikser.

Menurut Fikser, pelaporan resmi diperlukan karena kehilangan gerobak sampah selama ini kerap tidak dilaporkan kepada kepolisian. Ia berharap langkah tersebut mendorong masyarakat untuk melaporkan kejadian serupa sehingga penanganan kasus dapat dilakukan lebih lanjut.

Selain menyiapkan laporan, DLH akan memanfaatkan rekaman CCTV untuk membantu penelusuran dugaan pencurian. Rekaman tersebut memperlihatkan pelat nomor sepeda motor yang dapat menjadi petunjuk bagi pihak berwenang.

“Dari gambar CCTV yang kami lihat itu kan ada plat motor. Nanti kami cetak, kita pasang di TPS-TPS. Kita tulis bahwa ini pelaku pencurian lah,” tutur Fikser.

Informasi kejadian juga akan disebarluaskan melalui media sosial dan dipasang di sejumlah tempat penampungan sementara (TPS). Langkah ini diharapkan menjaring informasi dari masyarakat, termasuk para pengangkut sampah, untuk membantu mengungkap kasus tersebut.

“Mudah-mudahan dari situ ada laporan, dari mulut ke mulut, sehingga juga bisa membantu yang kami laporkan ke kepolisian biar cepat untuk diungkap,” harap Fikser.

Sementara itu, warga RT 7 RW 6 Kelurahan Karah sekaligus pelapor, El Yusron, mengatakan gerobak tersebut merupakan satu-satunya sarana untuk mengangkut sampah dari rumah warga menuju TPS setiap hari. Kehilangan gerobak berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi sampah dan berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan apabila pengangkutan terhenti selama beberapa hari.

“(Kehilangan gerobak) itu sangat mengganggu daripada distribusi sampah yang selama ini diambil dari rumah setiap warga dan untuk diangkut ke TPS,” kata Yusron.

Yusron mengapresiasi respons Pemkot Surabaya melalui DLH yang memberikan bantuan gerobak pengganti. Ia berharap bantuan tersebut menjaga kelancaran pengangkutan sampah sekaligus membantu pengangkut sampah kembali menjalankan pekerjaannya.

“Saya secara pribadi mewakili warga daripada RT 7 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota melalui Kepala DLH yaitu Pak Fikser bersama timnya. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas apresiasi yang diberikan,” pungkasnya. (fri)

Editor: Wetly