banner 400x130
Kediri  

Puluhan Kiai Sepuh Berkumpul di Lirboyo Kediri, Mandoakan Gus Yaqut yang Dinilai Terzalimi

Pengasuh Ponpes Lirboyo KH Abdullah Kafabihi Mahrus bersama para kiai sepuh memberikan keterangan pers di Ponpes Lirboyo Kediri untuk mendukung Gus Yaqut.
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Abdullah Kafabihi Mahrus (tengah memegang mik) memberikan keterangan bersama para ulama dan kiai sepuh saat pertemuan silaturahmi serta doa bersama di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026). Pertemuan ini digelar untuk memberikan dukungan moral dan mendoakan mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: istimewa).

KEDIRI — Puluhan kiai sepuh dari berbagai daerah berkumpul di Kompleks Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026). Kehadiran para ulama tersebut untuk memanjatkan doa bersama sekaligus memberikan dukungan moral kepada mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), yang saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Pertemuan silaturahmi yang dihadiri 36 ulama Nahdlatul Ulama (NU) baik secara langsung offline maupun virtual online tersebut menegaskan komitmen para kiai dalam mengawal penegakan hukum yang adil dan bermartabat.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, menegaskan bahwa berkumpulnya para kiai di Lirboyo didasari atas niat murni untuk membela kebenaran. Menurut pandangannya, posisi Gus Yaqut dalam perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024 tersebut merupakan pihak yang terzalimi.

“Gus Yaqut itu madzlum (terzalimi.red). Jadi kita di sini memang membela kebenaran, begitu saja. Jangan sampai pemerintah itu membiarkan kezaliman,” tegas Kiai Kafabihi usai pertemuan di Lirboyo, Kediri, Rabu 21 Oktober 2026.

Senada dengan hal tersebut, Juru Bicara Pertemuan Kiai Sepuh, KH Muhibbul Aman Aly, menyampaikan keprihatinan para ulama atas jalannya proses hukum saat ini. Ia menyebut terdapat perbedaan mencolok antara poin dakwaan dan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan berlangsung.

Oleh karena itu, para kiai berharap aparat penegak hukum serta pemerintah tidak menutup mata dan benar-benar menghadirkan keadilan yang sejati dalam putusan peradilan.

“Dalam persidangan antara dakwaan dan fakta persidangan sangat jauh berbeda. Dan ini yang kemudian membuat kami prihatin. Kami berharap kepada pemerintah untuk betul-betul serius terhadap penegakan keadilan yang bermartabat,” ujar Kiai Muhibbul.

Di sisi lain, pertemuan silaturahmi ini juga menjadi wahana bagi pihak keluarga untuk meminta doa serta merespons derasnya opini publik. Kakak kandung Gus Yaqut, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengakui bahwa keluarga sempat kesulitan membendung opini masyarakat yang terlanjur menghakimi sebelum fakta persidangan terkuak.

Gus Yahya menyebut bahwa melalui keterangan tim kuasa hukum dan fakta di persidangan, pihaknya dapat memberikan penjelasan yang berimbang dan transparan kepada para kiai sepuh.

Adapun barisan kiai sepuh yang hadir dan memberikan dukungan doa di antaranya KH Anwar Mansur, KH Nurul Huda Jazuli, Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin, Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj, KH Ubaidillah Faqih, hingga KHR Muhammad Kholil As’ad.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan