banner 400x130

Pimpin SKP, Prabowo Apresiasi Kinerja Kabinet dan Tegaskan Ketahanan Nasional

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja dan kekompakan Kabinet Merah Putih dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). Dalam sidang tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama, ketahanan nasional, penegakan hukum, dan persatuan bangsa di tengah ketidakpastian global.

Sidang Kabinet Paripurna (SKP) dibuka Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan menyampaikan kehadiran seluruh jajaran Kabinet Merah Putih serta sejumlah pejabat terkait. Kegiatan dilanjutkan dengan penayangan video “Hasil Nyata Dua Tahun Pertama Pemerintahan Presiden Prabowo”.

Prabowo menyampaikan penghargaan atas kerja keras seluruh jajaran kabinet selama dua tahun menjalankan pemerintahan. Menurutnya, setiap anggota kabinet telah memberikan kontribusi dalam melaksanakan mandat rakyat dan menjalankan tugas bagi bangsa dan negara.

“Saudara-saudara, inti daripada rapat paripurna ini adalah sesungguhnya saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyoroti kekompakan dan kemampuan bekerja sama sebagai faktor penting dalam keberhasilan organisasi. Ia menilai, kemampuan individu harus diimbangi dengan kerja tim yang solid agar menghasilkan kinerja optimal.

“Saya ingin ucapkan terima kasih atas kekompakan teamwork yang saudara-saudara tunjukkan selama dua tahun ini. Saudara-saudara, berhasilnya suatu organisasi sangat ditentukan oleh kerja sama tim (teamwork), kemampuan kerja sama itu yang menentukan,” tuturnya.

Selain mengevaluasi kinerja kabinet, Prabowo mengingatkan jajaran pemerintah untuk memperkuat ketahanan nasional dan menjaga kekayaan alam Indonesia. Situasi geopolitik dunia yang tidak menentu, persaingan kekuatan besar, serta perubahan iklim dinilai menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang mengutamakan kepentingan nasional.

“Kita sekarang berada dalam kondisi harus survival, kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita. Kekayaan kita, sumber alam kita itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” tegasnya.

Dalam bidang hubungan internasional, Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri yang menghormati semua negara dan tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu. Pemerintah, kata dia, akan mengedepankan hubungan persahabatan tanpa mengabaikan kedaulatan serta prinsip konstitusi.

“Saya sudah sampaikan, garis politik luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ujarnya.

Presiden juga menekankan bahwa politik dalam negeri harus berorientasi pada kepentingan bangsa, bukan kelompok tertentu. Ia mengingatkan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam menghadapi persoalan politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan yang saling berkaitan.

Menurut Prabowo, demokrasi tetap membutuhkan perbedaan pendapat, kompetisi politik, kritik, dan koreksi. Namun, seluruh dinamika tersebut harus tetap menjaga keutuhan bangsa.

“Perbedaan bagus, kompetisi perlu, saling kritik, saling koreksi sangat perlu. Tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan,” pungkasnya.

Di bidang penegakan hukum, Prabowo meminta kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI, dan unsur intelijen menyelidiki dugaan keterlibatan manusia serta korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menilai, kebakaran yang membahayakan kesehatan masyarakat tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

“Saya minta kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan, dibantu TNI, dibantu intelijen untuk selidiki karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab. Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar, yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan,” katanya.

Prabowo menegaskan, penanganan kasus karhutla harus dilakukan secara serius dengan mengusut tuntas pihak-pihak yang terbukti melanggar hukum. Pemerintah juga akan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk pencabutan izin usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar,” ungkapnya.

Presiden turut mengingatkan bahwa tantangan global menuntut keberanian dan ketegasan dalam melindungi kepentingan nasional. Indonesia, menurutnya, memiliki potensi besar berupa sumber daya alam dan tanah yang relatif subur, meskipun menghadapi risiko bencana akibat kondisi geografis di kawasan cincin api serta dampak perubahan iklim.

Di akhir pengantarnya, Prabowo kembali menegaskan pentingnya pengabdian dan tanggung jawab seluruh jajaran kabinet dalam menjalankan mandat rakyat. Ia menyatakan kebanggaannya atas kerja bersama yang telah dilakukan selama dua tahun pertama pemerintahan.

“Saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu. Saya bangga menjadi presidenmu. Saya bangga telah memimpin pemerintah ini, karena dalam dua tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata,” lanjutnya.

Prabowo berharap semangat kerja keras, kekompakan, keberanian, dan persatuan terus menjadi landasan pemerintahan dalam menghadapi tantangan ke depan serta menjaga kekayaan bangsa demi kepentingan rakyat Indonesia. (fri)

Editor: Wetly