banner 400x130

Produksi Kapal Nasional Meningkat, Industri Galangan Terus Diperkuat

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penguatan industri galangan kapal nasional melalui peningkatan kapasitas produksi, optimalisasi layanan reparasi, serta penguasaan teknologi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan transportasi laut dan meningkatkan daya saing industri perkapalan Indonesia.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pembangunan dan reparasi kapal karena kebutuhan transportasi laut nasional terus menjadi bagian penting dalam konektivitas antarpulau dan distribusi logistik.

“Potensi galangan kapal kita sebenarnya luar biasa, baik untuk memproduksi maupun mereparasi kapal. Indonesia adalah negara yang dihubungkan oleh laut,” kata Sarmuji dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus DPP Institusi Industri Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) masa bakti 2026–2030 di Jakarta, Selasa (20/10).

Menurut dia, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah, IPERINDO, dan pelaku industri. Penguatan kapasitas produksi dan teknologi dibutuhkan agar industri galangan kapal nasional mampu bersaing dengan negara lain.

Data yang disampaikan Kemenperin menunjukkan, pembangunan kapal baru nasional mencapai 163,87 ribu deadweight tonnage (DWT) pada 2021. Angka tersebut meningkat menjadi 461,29 ribu DWT pada 2022 dan 940,21 ribu DWT pada 2023.

Namun, produksi turun menjadi 187,71 ribu DWT pada 2024 sebelum kembali meningkat menjadi 660,11 ribu DWT pada 2025. Capaian 2025 tersebut tumbuh sekitar 251,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, aktivitas reparasi kapal meningkat dari 11,08 juta DWT menjadi 11,57 juta DWT. Di sisi perdagangan, nilai ekspor kapal Indonesia sepanjang 2022 hingga Juni 2026 tercatat sebesar 4,53 miliar dolar AS, sedangkan impor mencapai 5,30 miliar dolar AS.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas industri dalam negeri, penguatan rantai pasok, serta pengurangan ketergantungan terhadap produk impor. Kemenperin juga mendorong peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, pengembangan sumber daya manusia, dan penguasaan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah industri.

Ketua Umum IPERINDO Anita Puji Utami mengatakan, kepengurusan periode 2026–2030 berkomitmen mengoptimalkan potensi pembangunan dan reparasi kapal. IPERINDO juga akan mendorong transformasi galangan melalui digitalisasi dan penerapan teknologi industri guna meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta daya saing.

Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan mempercepat modernisasi fasilitas galangan kapal sekaligus memperkuat kemampuan industri nasional memenuhi kebutuhan armada laut. (din/min)