JEMBER, Wartatransparan.com – Pemerintah Kabupaten Jember terus memastikan layanan home care dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, turun langsung mendampingi Camat dan Kepala Puskesmas Jelbuk menyisir sejumlah titik layanan di wilayah Kecamatan Jelbuk.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, rombongan mendatangi sedikitnya empat hingga lima lokasi sasaran. Layanan home care kali ini difokuskan kepada kelompok rentan, mulai lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas mental, hingga ibu hamil dengan risiko tinggi (risti).
“Hari ini kami menyisir beberapa lokasi warga yang membutuhkan penanganan khusus, mulai lansia, warga dengan disabilitas mental, hingga ibu hamil risiko tinggi. Salah satunya adalah ibu yang sedang mengandung anak keempat. Harapannya, proses persalinannya nanti bisa berjalan lancar dan selamat,” ujar Helmi.
Menurut Helmi, kegiatan tersebut merupakan kunjungan tahap kedua yang difokuskan di sekitar kawasan pusat Kecamatan Jelbuk. Selanjutnya, layanan akan diperluas dengan menyasar wilayah-wilayah yang lebih terpencil.
Ia menegaskan, konsistensi pelayanan serta sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
Antisipasi terhadap kendala geografis juga menjadi perhatian Pemkab Jember. Sebab, sejumlah warga tinggal di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak Puskesmas bersama masyarakat sekitar telah menyiapkan skema evakuasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Warga yang membutuhkan penanganan darurat, termasuk ibu hamil yang akan menjalani persalinan, dapat dievakuasi menggunakan tandu menuju jalan utama atau fasilitas kesehatan terdekat.
Selain itu, Pemkab Jember juga merencanakan penyediaan fasilitas rumah singgah bagi pasien maupun ibu hamil yang tinggal di kawasan pelosok.
“Kami berkoordinasi dengan Pak Camat dan Dinas Sosial untuk memanfaatkan rumah warga yang kosong sebagai rumah singgah sementara. Langkah ini penting agar warga dari daerah jauh tidak perlu bolak-balik ketika mendekati waktu persalinan,” jelas Helmi.
Dalam kesempatan tersebut, mewakili Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait, Helmi menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan dan seluruh tim Puskesmas Jelbuk yang terus memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Ia menekankan bahwa esensi pelayanan publik bukan semata-mata penghargaan, melainkan keikhlasan dalam membantu masyarakat.
“Penghargaan itu hanya simbol. Yang paling utama adalah hakikat pelayanan itu sendiri, bagaimana kita hadir melayani masyarakat dengan niat ibadah. Saya berharap semangat dan ritme kerja sama antara Puskesmas, Kecamatan, hingga elemen RT/RW ini terus dipertahankan secara konsisten,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember akan terus hadir di tengah berbagai dinamika dan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Selain memperkuat program Universal Health Coverage (UHC), Pemkab Jember juga memberikan perhatian terhadap sejumlah persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk penanganan antrean bahan bakar minyak (BBM).
Gus Fawait menyampaikan, kelancaran penanganan antrean BBM di Jember merupakan hasil dari langkah-langkah yang dilakukan secara presisi dan terencana. Menurutnya, persoalan BBM bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga bagaimana pemerintah menghadirkan rasa tenang dan kepastian bagi masyarakat.
“Masalah ini bukan cuma soal ketersediaan BBM, tetapi bagaimana masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran pemerintah saat mereka menghadapi kesulitan di lapangan,” ujar Gus Fawait.
Ia menambahkan, efektivitas penanganan persoalan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi seluruh jajaran pemerintahan. Para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diinstruksikan untuk turun langsung memantau dan mengawal kondisi di lapangan.
Menurut Gus Fawait, Kabupaten Jember memiliki tantangan yang cukup kompleks dalam menjalankan pelayanan publik. Selain cakupan wilayah yang luas, jumlah penduduk Jember juga mencapai lebih dari 2,7 juta jiwa. Kondisi tersebut membuat pemetaan persoalan hingga pelaksanaan kebijakan membutuhkan kerja ekstra dan koordinasi yang kuat.
Pemkab Jember memastikan penguatan layanan home care, pelayanan kesehatan, serta respons terhadap berbagai persoalan masyarakat akan terus dilakukan dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor. (ADV)







