banner 400x130

Survei ARCI: Gerindra Teratas, Golkar dan Demokrat Mengejar

Peneliti ARCI Baihaki Sirajt

SURABAYA — Partai Gerindra menjadi partai politik dengan elektabilitas tertinggi di Jawa Timur berdasarkan hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) yang digelar pada 18–28 Agustus 2026.

Peneliti ARCI Baihaki Sirajt mengatakan Gerindra masih berada di posisi teratas di Jawa Timur sejak akhir 2025. Sementara itu, sejumlah partai cenderung stagnan dan Demokrat menunjukkan tren peningkatan.

“Gerindra masih teratas di Jatim sejak akhir 2025. Partai lainnya cenderung stagnan, dan Demokrat terus berprogres,” kata Baihaki saat memaparkan hasil survei di Surabaya, Kamis (3/9/2026).

Dalam survei tersebut dimana elektabilitas

1. Gerindra16,3 persen

2. PKB 15,1 persen

3  PDI Perjuangan 13,7 persen

4. Golkar 12,5 persen

5. Demokrat 12,5 persen

6. PSI memperoleh 5,1 persen

7. PAN 4,2 persen

8. NasDem 4,1 persen

9. PKS 4,1 persen

10. PPP 1,5 persen

11. Perindo 1,1 persen dan  partai lainnya 3,5 persen, serta 6,3 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab.

Baihaki menyebut tingginya elektabilitas Gerindra antara lain dipengaruhi aktivitas legislator partai yang dinilai aktif turun ke masyarakat dan mengawal program pemerintah.

Selain itu, banyaknya kepala daerah dari Gerindra di Jawa Timur dinilai turut memberikan dampak terhadap elektoral partai.

“Legislator Gerindra banyak yang aktif mengawal program presiden dan menyerap aspirasi warga. Selain itu, kepala daerah Gerindra di Jatim sangat banyak. Secara langsung ini berdampak pada elektoral partai,” ujarnya.

Sementara itu, Baihaki menyebut elektabilitas PKB cenderung stagnan. PDI Perjuangan mengalami peningkatan meski tipis, sedangkan Golkar mengalami penurunan sejak akhir 2025.

Adapun Demokrat menjadi salah satu partai yang menunjukkan peningkatan elektabilitas. Menurut Baihaki, tren tersebut tidak terlepas dari aktivitas elektoral Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama jajaran pengurus selama setahun terakhir.

“Perombakan susunan kepengurusan DPD Demokrat Jatim pada 2025 memberi dampak, sehingga Demokrat lebih hidup dengan berbagai program langsung ke masyarakat,” katanya.

Baihaki juga menyebut efek elektoral Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Emil Dardak turut berpengaruh terhadap peningkatan elektabilitas Demokrat di Jawa Timur.
Secara kewilayahan, kekuatan elektoral Demokrat disebut menguat signifikan di kawasan Mataraman. Tren peningkatan juga terlihat di wilayah Tapal Kuda dan Arek, meski relatif kecil.

Sebaliknya, elektabilitas Demokrat di Pantura disebut terus melemah, sementara di Madura cenderung stagnan.

Baihaki mengatakan tingkat pengenalan publik terhadap Emil Dardak sebagai Ketua DPD Demokrat Jawa Timur juga meningkat.

“Sekarang 98,7 persen responden mengetahui bahwa Emil Dardak adalah Ketua DPD Demokrat Jatim,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan tersebut menjadi modal bagi Demokrat menghadapi Pemilu Legislatif 2029. Jika tren elektoral saat ini dapat dipertahankan, peluang penambahan kursi Demokrat di Jawa Timur dinilai terbuka.

Di sisi lain, ARCI mencatat elektabilitas PPP berada pada titik terendah sepanjang survei ARCI. Penurunan disebut terjadi hampir di seluruh wilayah Jawa Timur, dengan Madura menjadi pengecualian karena PPP masih mampu bersaing di lima besar.
“Ini tentu alarm berbahaya bagi PPP yang menargetkan kembali lolos ke Senayan pada 2029 karena Jatim merupakan lumbung suara,” kata Baihaki.

Survei ARCI terkait elektabilitas partai politik di Jawa Timur melibatkan 1.200 responden. Survei dilaksanakan pada 18–28 Agustus 2026 dengan margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (*)

Penulis: Amin Istighfarin