MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Gas LPG SPPG (Satuan Palayanan Pemenuhan Gizi) Medali 1, Desa Medali, Kec. Puri, Kabupaten Mojokerto meledak pada Jumat (24/8/2026). Imbasnya selain menyebabkan kebakaran juga membuat Gedung SPPG ambruk.
Dampak kebakaran tersebut menyebabkan lima korban mengalami luka bakar dan tertimpa reruntuhan bangunan selain itu distribusi MBG dihentikan sementara.
Setelah mendapatkan laporan kebakaran yang menimpa Gedung SPPG, tim relawan dan PMI Kabupaten Mojokerto memadamkan api dan membawa para korban ke Rumah Sakit Islam Sakinah (RSI) Mojokerto dan RS Gatoel Mojokerto.
Keterangan sejumlah saksi di lokasi, ledakan terjadi diduga bersumber dari tabung gas dalam gedung SPPG mengalami kebocoran. Bersamma waktu itu juga sedang dalam perbaikan perbaikan oleh tiga orang teknisi.
“Ledakannya seperti barang jatuh dari atas dan menembus genting hingga plafon kemudian terdengan suara keras “blaarrr” bersamaan itu muncul api cukup besar,” ungkap Satpam SPPG Medali Bagiyanto di lokasi.
Masih keterangan Yanto , dentuman ledakan gas ini lantas menyulut kobaran api. Selain menyambar bangunan SPPG, tiga teknisi gas yang sedang melakukan perbaikan turut menjadi korban. “Setelah ledakan kondisinya gelap semua,”jelas Yanto yang saat itu berada di ruang keamanan.
Dijelaskan tiga korban yang mengalami luka bakar tersebut masing-masing satu orang teknisi dan dua pembantu teknisi gas. “Kondisi tiga orang itu ya 80 persen terbakar semua (alami luka bakar). Tapi, yang paling parah itu ya Pak Edi,” tambahnya.
Menurutnya belakangan diketahui, Edi merupakan pemilik usaha gas sekaligus berperan sebagai teknisi. Sedangkan dua orang lainnya bertugas membantu proses perbaikan tabung gas yang mengalami kebocoran.
“Saat itu memang pas waktu ngisi gas, terus diperbaiki. Mungkin saat diperbaiki lalu terjadi ledakan,” tambahnya.
Selain menyebabkan luka bakar pada teknis, peristiwa ini juga mengakibatkan dua dari sembilan relawan SPPG yang sedang bekerja mengalami luka-luka. Sembilan relawan ini terdiri dari satu laki-laki dan delapan perempuan. Mereka sedang menjalankan tugas mengupas sayuran dan menyiapkan bahan-bahan menu masakan hotdog. Namun, tak berselang lama mereka mendengar suara ledakan dan melihat kobaran api.
Ledakan tersebut sontak meruntuhkan bangunan SPPG dan menimpa dua orang relawan. Masing-masing dialami Nikmah dan Tia. “Waktu itu mereka sedang memilah selada. Pas gasnya meledak atap runtuh, lalu materialnya menimpa mereka,” papar Aqda Marselino, salah satu relawan SPPG.
Melihat kondisi atap bangunan runtuh dan terbakar tersebut, sembilan relawan ini seketika berhamburan untuk menyelamatkan diri. Selain khawatir bangunan kembali runtuh, kobaran api dari gas yang meledak juga terlihat makin membesar. “Setelah ledakan itu semua pada lari,” jelasnya.
Tak lama berselang beberapa unit Damkar dikerahkan ke lokasi. Sementara tim relawan dan warga tampak membantu proses evakuasi para korban ke rumah sakit. Sementara petugas kepolisian dari Polsek Puri dan Polres Mojokerto diterjunkan melokalisir dan mengamankan lokasi berikut melakukan penyelidikan.
Dampak berikutnya imbas peristiwa tersebut pada penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan warga penerima manfaat. Sedsangkan distribusi, MBG dihentikan sementara, mulai hari ini Jum at (14/8/2026).
Sementara itu konisi bangunan SPPG Mojokerto Puri Medali tampak rusak parah. Bagian atap di sisi kanan bangunan ambruk dan genteng berhamburan. Dinding luar bercat putih biru masih berdiri, namun sejumlah papan dan material bangunan berserakan di halaman depan.
Garis polisi kuning masih terpasang melintang di pagar depan gedung. Papan nama “Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali” milik Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group masih terpasang di dinding. Namun sebagian papan informasi di tiang tampak miring dan terlepas. Beberapa peralatan dapur seperti keranjang plastik kuning dan wadah stainless juga terlihat berserakan di depan gedung.
Kepala SPPG Puri Medali Geroldy Larung Kondo menegaskan, usai kejadian kebakaran tersebut penyaluran MBG untuk sementara waktu dihentikan. “Tidak operasional,” jelasnya singkat.
(gatot/min)







