SURABAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai menyusun strategi menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai 2026. Tak sekadar mengejar jumlah peserta, KONI Jatim memilih pendekatan selektif dengan memprioritaskan atlet yang memiliki peluang nyata meraih medali.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama 10 pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga (cabor) di Gedung KONI Jatim pada 12–13 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memetakan kekuatan atlet sekaligus menentukan nomor pertandingan yang realistis untuk diikuti.
Anggota Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Jatim, Jeffry Tagore, mengatakan persiapan kali ini diarahkan pada efektivitas dan efisiensi. Sesuai arahan Ketua Umum KONI Jatim, atlet yang dipilih harus memiliki potensi kuat untuk menyumbangkan medali, terutama emas dan perak.
“Sesuai arahan Pak Ketua Umum jelas, yaitu atlet yang berpotensi medali, khususnya emas dan perak,” ujar Jeffry.
Menurut dia, proses seleksi tidak cukup hanya mengandalkan usulan dari pengurus maupun pelatih cabang olahraga. Setiap atlet harus melewati evaluasi berdasarkan data dan rekam jejak prestasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
KONI Jatim akan menelaah capaian atlet sepanjang 2025 hingga 2026 sebagai salah satu dasar penentuan kelayakan. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan atlet yang diberangkatkan benar-benar memiliki kualitas kompetitif dan kesiapan menghadapi persaingan di level nasional.
Jeffry menegaskan, PON bukan tempat untuk menguji kemampuan atlet yang masih berada dalam tahap pembinaan dasar. Karena itu, seleksi harus dilakukan secara ketat agar sumber daya yang disiapkan benar-benar berorientasi pada pencapaian prestasi.
“Kalau mereka tidak bisa membuktikan data prestasinya, tidak kita bawa. Karena pembinaan itu tempatnya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas), bukan di PON. PON ini panggungnya atlet elit yang siap memberikan hasil terbaik,” tegasnya.
Pada PON Pantai 2026, terdapat 10 cabang olahraga dengan 11 disiplin dan sekitar 67 nomor pertandingan yang diperebutkan. Dengan cakupan pertandingan tersebut, KONI Jatim tidak berencana mengikuti seluruh nomor secara menyeluruh. Keikutsertaan akan disesuaikan dengan hasil pemetaan serta peluang atlet untuk bersaing memperebutkan medali.
Strategi ini sekaligus menjadi upaya menjaga efektivitas penggunaan anggaran tanpa mengabaikan target prestasi. Dengan memilih nomor yang memiliki prospek terbaik, persiapan diharapkan lebih terarah, baik dari sisi kualitas atlet, kebutuhan peralatan, maupun dukungan teknis lainnya.
Setelah proses pemetaan rampung, atlet yang dinyatakan memenuhi kualifikasi akan segera masuk Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) selama satu bulan. Tahap tersebut akan difokuskan pada pematangan kesiapan atlet sebelum berlaga.
“Setelah kita petakan, atlet yang qualify akan segera kita Puslatdakan selama satu bulan. Termasuk penyiapan fasilitas pendukung seperti peralatan pertandingan,” pungkas Jeffry.
Melalui seleksi berbasis rekam jejak prestasi, pemusatan latihan terarah, dan penentuan nomor pertandingan secara selektif, KONI Jatim berharap kontingen Jawa Timur mampu tampil kompetitif di PON Pantai 2026. Fokus utamanya bukan sekadar banyaknya atlet yang dikirim, melainkan peluang nyata untuk membawa pulang medali dan mengharumkan nama Jawa Timur. (*)







