JAKARTA – Ulama terkemuka asal Tarim, Yaman, sekaligus pimpinan Darul Musthafa, Habib Umar bin Hafiz, mengunjungi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Senin (12/10/2026). Kunjungan bersama delegasi Majelis Muwasholah Ulama Muslimin tersebut membahas penguatan pendidikan Islam, dakwah berkemajuan, serta peluang kerja sama kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Rombongan diterima Ketua PP Muhammadiyah, Buya Dr. Anwar Abbas, bersama sejumlah pengurus, di antaranya Dr. Imam Ad-Daruqutni, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah; Dr. Saiful Bahri; Dr. M. Choirin; serta Ustaz Fahmi Salim dari Majelis Tabligh PP Muhammadiyah.
Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan mengenai titik temu tradisi keilmuan dan tarbiyah Darul Musthafa dengan konsep Islam Berkemajuan Muhammadiyah. Kedua pihak juga menjajaki kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi umat, khususnya masyarakat Palestina.
Perkuat Pendidikan dan Dakwah Islam
Dalam pemaparannya melalui penerjemah, Habib Umar menjelaskan bahwa metode pendidikan Darul Musthafa bertumpu pada tiga fondasi agama, yakni Islam, iman, dan ihsan. Ketiganya mencakup pengamalan syariat, penguatan akidah, serta penyucian jiwa dan pembinaan spiritual.
Menurutnya, pendidikan Islam tidak cukup hanya mengembangkan pengetahuan dan kecakapan intelektual. Pendidikan juga perlu menghadirkan keteladanan, budaya saling menasihati, serta pembiasaan menjalankan tuntunan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Pembinaan tersebut dilakukan melalui salat berjamaah, kajian Al-Qur’an, halaqah keilmuan, zikir harian, dan penerapan adab Nabi. Habib Umar turut memperkenalkan kitab Maqashid Halaqatit Ta’lim sebagai salah satu rujukan pembelajaran Darul Musthafa yang dapat dipertimbangkan untuk memperkaya pendidikan dan pembinaan keislaman.
Dalam bidang dakwah, ia menegaskan bahwa teknologi modern dan media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran ilmu selama penggunaannya tetap berlandaskan nilai-nilai syariat. Pandangan tersebut dinilai memiliki titik temu dengan orientasi Muhammadiyah yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperluas pelayanan umat.
Tawarkan Program Konkret untuk Palestina
Persoalan Palestina menjadi salah satu agenda utama pertemuan. Habib Umar menekankan pentingnya mengubah solidaritas menjadi aksi nyata melalui doa, penyaluran bantuan yang amanah, serta program berkelanjutan yang menjawab kebutuhan masyarakat terdampak perang.
Dalam diskusi tersebut, delegasi memaparkan dua peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Muhammadiyah.
Pertama, program halaqah Al-Qur’an di Masjid Al-Aqsa di bawah naungan Waqf Al-Musthafa. Program tersebut menargetkan 12.000 kali khatam Al-Qur’an setiap bulan serta melibatkan warga Baitul Maqdis yang memperoleh santunan untuk membantu kebutuhan hidup mereka.
Muhammadiyah ditawari kesempatan menjadi sponsor atau mewakafkan dana bagi satu maupun beberapa halaqah. Dukungan itu diharapkan dapat membantu keberlangsungan kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat setempat.
Kedua, program pendidikan daring bagi pelajar dan mahasiswa Gaza melalui kerja sama dengan lembaga serta universitas di Yordania. Inisiatif tersebut ditujukan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan warga Palestina yang kehilangan akses belajar akibat perang.
Skema pembelajaran dirancang dengan memperhatikan keamanan peserta, termasuk perlindungan identitas, serta peluang memperoleh ijazah atau sertifikat sesuai ketentuan lembaga penyelenggara. Muhammadiyah diharapkan dapat mendukung program melalui pembiayaan, fasilitas pendidikan, maupun kerja sama kelembagaan.
Perluas Kerja Sama Antarlembaga Islam
Dalam keterangannya kepada TV Muhammadiyah (TVMU) seusai pertemuan, Habib Umar menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperkuat persatuan umat Islam dan memperluas kerja sama dalam pelayanan agama serta kemanusiaan.
“Pembicaraan kita berkisar pada tugas-tugas besar kita dalam mempersatukan umat Muhammad ﷺ semampu kita, serta saling tolong-menolong dalam memberikan pelayanan dan khidmat bagi syariat ini dan bagi umat ini,” ujarnya.
Ia mengapresiasi sambutan Muhammadiyah dan berharap kerja sama dapat melibatkan berbagai organisasi Islam di Indonesia maupun negara lain. Habib Umar juga menyampaikan harapan untuk mengunjungi kantor pusat Muhammadiyah di Yogyakarta pada kesempatan mendatang.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi nyata dalam pendidikan, dakwah, dan kemanusiaan. Peluang kerja sama selanjutnya dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi kelembagaan, pematangan program, verifikasi mitra, serta penyusunan mekanisme pendanaan dan evaluasi yang transparan.
Dengan langkah tersebut, silaturahmi kedua pihak diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi berkembang menjadi kemitraan yang memperkuat pembinaan generasi Muslim sekaligus mendukung hak pendidikan dan kehidupan yang bermartabat bagi rakyat Palestina.
(guh/jto)







