Surabaya, Wartatransparansi.com – Surabaya mulai mengakselerasi persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melalui gelaran Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang diikuti 40 cabang olahraga (cabor) sebagai ajang seleksi atlet menuju pusat latihan cabang (Puslatcab).
Kompetisi yang berlangsung mulai 10 April hingga 28 Juni 2026 ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Lebih dari sekadar agenda tahunan, ajang ini dirancang sebagai instrumen pembinaan berkelanjutan untuk menjaring atlet potensial sejak dini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan bahwa Piala Wali Kota memiliki peran penting dalam sistem pembinaan olahraga prestasi di Kota Pahlawan.
“Pelaksanaan seleksi dikoordinasikan KONI Surabaya bersama masing-masing cabang olahraga. Tahun ini ada 40 cabor yang terlibat, meningkat signifikan dibanding sebelumnya. Ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi dalam memajukan olahraga,” ujar Herry, Sabtu (11/4/2026).
Jumlah peserta diperkirakan terus bertambah seiring proses pendaftaran yang masih berlangsung. Hingga saat ini, tercatat 1.279 nomor pertandingan akan dipertandingkan.
Menurut Herry, Pemkot bersama KONI melakukan verifikasi menyeluruh, mulai dari nomor pertandingan hingga kelayakan perangkat pertandingan seperti wasit dan juri yang harus bersertifikat. Selain itu, peserta juga diseleksi berdasarkan kelompok umur agar sesuai dengan kriteria Porprov 2027.
Dari sisi fasilitas, sebagian besar pertandingan memanfaatkan venue milik Pemkot Surabaya yang dinilai siap dan representatif. Hal ini sekaligus menjadi uji kesiapan Surabaya sebagai tuan rumah Porprov mendatang.
Tak hanya cabor populer seperti bulu tangkis, bola basket, panahan, dan voli, Piala Wali Kota tahun ini juga menghadirkan cabang baru seperti kabaddi, pickleball, dan domino. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperluas basis pembinaan dan membuka peluang lahirnya atlet dari berbagai disiplin.
Pertandingan tersebar di sejumlah lokasi strategis, antara lain Gelora Pancasila, Lapangan THOR, kawasan Kenjeran, Kalimas, hingga Gelora Bung Tomo (GBT).
Rangkaian kompetisi digelar secara maraton sejak April hingga akhir Juni, dimulai dari cabang anggar dan tarung derajat pada pertengahan April, dilanjutkan berbagai cabang lain seperti jujitsu, muaythai, hingga hockey outdoor. Memasuki Mei dan Juni, puluhan cabang olahraga lainnya bergulir berurutan, mulai dari wushu, panahan, hingga e-sport dan triathlon.
Seluruh rangkaian akan ditutup dengan cabang tinju pada 26–28 Juni 2026 di Gelora Pancasila.
Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom, menegaskan bahwa ajang ini difokuskan untuk menjaring atlet yang memenuhi kriteria usia Porprov.
“Seleksi sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing cabor dengan mempertimbangkan kelompok umur yang masih bisa tampil di Porprov 2027. Ini adalah proses pembinaan dan penjaringan atlet potensial, bukan sekadar kompetisi biasa,” tegasnya.(*)












