banner 400x130

Bupati Jember Ajak IKA Unair Cabang Jember Entaskan Kemiskinan dan Stunting

Caption foto: Bupati Jember Gus Fawait (kiri) menandatangani nota kesepahaman dengan IKA Unair Cabang Jember usai pelantikan pengurus di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (27/7/2026).

JEMBER, WartaTransparansi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Jember. Sinergi tersebut ditandai dengan pelantikan pengurus IKA Unair Cabang Jember sekaligus penandatanganan nota kesepahaman yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (27/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Jember, Gus Fawait, yang juga alumnus Program Doktor (S3) Universitas Airlangga, menyampaikan kebanggaannya terhadap almamaternya sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Menurutnya, amanah yang kembali diberikan kepada alumnus Unair untuk memimpin Kabupaten Jember merupakan momentum penting untuk membuktikan kualitas dan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan pada kesempatan kedua ini Unair benar-benar menunjukkan kelasnya sehingga mampu membawa Jember menjadi jauh lebih sejahtera dibanding kesempatan pertama,” ujar Gus Fawait.

Sebagai lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Gus Fawait menegaskan komitmennya menjalankan pemerintahan secara objektif dan berbasis data. Ia juga memastikan sejak awal masa transisi kepemimpinannya, birokrasi tetap dijaga kondusif tanpa adanya demosi jabatan yang didasarkan pada kepentingan politik praktis.

Ia mencontohkan perbaikan yang terjadi di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi. Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Direktur dr. Nyoman, pendapatan rumah sakit yang sebelumnya mengalami krisis keuangan berhasil meningkat hingga mendekati 100 persen melalui evaluasi kinerja yang terukur.

Bupati menegaskan bahwa persoalan utama yang harus diselesaikan secara bersama-sama adalah kemiskinan. Kabupaten Jember, katanya, masih mencatat jumlah penduduk miskin terbanyak kedua di Jawa Timur secara absolut setelah Kabupaten Malang.

Menurut Gus Fawait, kemiskinan menjadi akar berbagai persoalan lain, seperti tingginya angka stunting, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), hingga meningkatnya potensi kriminalitas.

“Membangun Jember tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama. Saya memilih fokus menyelesaikan akar persoalan, yaitu kemiskinan. Jika kemiskinan dapat diatasi, persoalan lain seperti stunting, AKI, dan AKB juga akan lebih mudah diselesaikan,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh alumni Unair Cabang Jember yang berasal dari berbagai profesi, mulai dari dokter, ekonom, akademisi hingga pengusaha, untuk turut memberikan kontribusi nyata melalui gagasan dan program yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.

Melalui penandatanganan kesepahaman tersebut, Pemkab Jember dan IKA Unair Cabang Jember berkomitmen menyusun berbagai program aksi nyata guna mempercepat pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Jember.

Pada kesempatan itu, Gus Fawait juga mengajak seluruh anggota IKA Unair Cabang Jember untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (*)

Penulis: Sugito