PAMEKASAN (Wartatransparansi.com) – Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) hari ini sukses menggelar acara silaturahim bertajuk “Etika kepada Guru”.
Bertempat di halaman utama IBS PKMKK Pamekasan, acara ini menarik perhatian ratusan wali santri yang datang dari berbagai wilayah, tidak hanya seluruh Pulau Madura, tetapi juga dari Bali, Surabaya, dan Kediri.
Antusiasme tinggi para wali santri terlihat jelas dari kehadiran mereka yang memadati area acara, menunjukkan dukungan penuh terhadap tema yang diusung oleh pihak pesantren.
Kegiatan silaturahmi ini diawali dengan pembacaan tahlil bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Utama IBS PKMKK, Dr. KH. Achmad Muhlis, MA. Dalam sambutannya, beliau dengan tegas menekankan pentingnya etika dan adab dalam menuntut ilmu.
Direktur utama jugamenyampaikan filosofi mendalam tentang “Mencari ilmu dengan belajar, berkah ilmu dengan mengabdi, manfaatnya ilmu melalui taat,”. Hal ini menegaskan bahwa proses belajar tidak hanya sebatas akumulasi pengetahuan, melainkan juga tentang pengabdian dan kepatuhan kepada guru demi keberkahan dan kemanfaatan ilmu yang hakiki.
Lebih lanjut, KH. Achmad Muhlis juga menyoroti aspek disiplin dan konsekuensinya. “Target yang tidak terpenuhi target oleh santri adalah pelanggaran, setiap pelanggaran ada sanksi, setiap sanksi pasti memunculkan resistensi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen kuat IBS PKMKK dalam menjaga kualitas pendidikan dan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan yang mendalam kepada seluruh santri, dengan dukungan penuh dari para wali santri. Menurutnya, ilmu yang baik sejatinya tercermin dari perilaku dan keterampilan yang bermanfaat.
Keberhasilan implementasi tujuh pilar IBS PKMKK sangat bergantung pada sinergi kuat antara pihak lembaga dan para wali santri. Dr. KH. Mohammad Holis, MA., turut menegaskan bahwa dukungan penuh dari wali santri adalah kunci untuk mencapai target tersebut.
Antusiasme masyarakat terhadap program pendidikan IBS PKMKK pun terlihat jelas dari angka inden santri baru untuk tahun 2026 yang telah mencapai 46 calon santri, menandakan kepercayaan yang tinggi terhadap kualitas dan visi lembaga.
Setelah sesi pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif yang membuka ruang bagi para wali santri untuk menyampaikan masukan dan pertanyaan.
Momen penting lain dalam kegiatan ini adalah pembentukan Paguyuban Wali Santri khusus untuk jenjang kelas 7 dan 10. Paguyuban ini diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat antara sekolah dan orang tua, demi tercapainya tujuan bersama dalam mendidik santri.
Acara silaturahmi ini tak hanya mempererat tali persaudaraan antara IBS PKMKK dan para wali santri, tetapi juga memastikan informasi tersampaikan luas. Bagi wali santri yang berhalangan hadir secara langsung, acara ini difasilitasi dengan siaran khusus melalui kanal YouTube resmi IBS PKMKK.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur tentang etika dan penghormatan kepada guru, yang merupakan pilar utama dalam membangun generasi berilmu dan berakhlak mulia. (ria/jt)