Surabaya (MT) – Persediaan pupuk bersubsidi di Jatim pada Tahun 2017 dalam kondisi aman, meskipun alokasinya menurun dibandingkan pada tahun 2016.
Persediaan Pupuk Bersubsidi Cukup, Petani Tidak Perlu ResahMenurut Kepala Biro Humas & Peotokol Pemprov. Jatim Benny Sampir Wanto , pada Tahun 2017 alokasi pupuk bersubsidi (urea) sebesar 973.901 ton. Jumlah tersebut menurun dibandingkan pada tahun 2016 yang mencapai 1.100 ton. Meskipun jumlah tersebut menurun, pembagian ke kabupaten kota di seluruh Jatim bisa dikatakan mencukupi.
Selain itu, kebutuhan pupuk di Jatim juga dicukupi dengan pupuk bersubsidi lain, yakni SP-36 sebanyak 154.557 ton, pupuk Za sebanyak 474.223 ton, dan pupuk NPK sebanyak 522.600 ton. Juga, pupuk organik sebanyak 356.040 ton.
Pupuk bersubsidi, ujar Benny, sudah diedarkan ke seluruh pelosok Jatim sejak dibuatnya SK Kepala Dinas dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim tanggal 3/Januari 2017 nomor. 521.1/001/113.15/2017 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian provinsi Jawa Timur Tahun anggaran 2017.
“Masyarakat tidak perlu resah dengan isu yang berkembang bahwa akan terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi dengan adanya penurunan kuota,” ujarnya. Dengan terbitnya SK tersebut, lanjutnya, pupuk bersubsidi juga langsung disebarkan ke seluruh pelosok Jatim. Artinya, ada kecepatan distribusi yang lebih singkat.
Dinas Pertanian Prov. Jatim sudah menginstruksikan ke jajaran dinas pertanian kabupaten kota agar penyebaran pupuk bersubsidi diedarkan kepada para petani usai langsung ditandatanganinya SK distribusi oleh masing-masing kadistan.
Dijelaskan, pengaturan distribusi pupuk dengan SK Kepala Dinas Pertanian baru tahun ini, sebelumnya oleh kepala daerah. Hal tsb dimaksudkan agar distribusi ke daerah lebih cepat. (min)