“Aku katakan: Telah dikumpulkan doa yang masyhur dan sesuai untuk malam Nisfu Sya’ban, yang dibaca oleh kaum muslimin pada malam yang penuh berkah itu, baik secara sendiri-sendiri maupun berjamaah di masjid-masjid dan tempat lainnya. Salah seorang dari mereka membimbing yang lain dalam doa ini, atau seseorang memimpin doa dan yang lainnya mengaminkan, sebagaimana yang sudah dikenal.”
Tata caranya:
Sebelum membaca doa tersebut, setelah shalat Maghrib, dianjurkan untuk membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali, dengan niat sebagai berikut:
Bacaan pertama diniatkan untuk panjang umur.
Bacaan kedua diniatkan untuk menolak bala (musibah dan kesulitan).
Bacaan ketiga diniatkan agar tidak bergantung kepada manusia (kecukupan diri dari makhluk).
وَكُلَّمَا تُقْرَأُ السُّورَةُ مَرَّةً، تُقْرَأُ بَعْدَهَا الدُّعَاءُ مَرَّةً، وَهُوَ هٰذَا الدُّعَاءُ الْمُبَارَكُ:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ، وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنَّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، ظَهْرَ اللَّاجِئِينَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ، اللهم؛ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمَّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرَّزْقِ. فَامْحُ اللَّهُم بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي ، وَطَرْدِي وَإِقْتَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمَّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ – وَقَوْلُكَ الْحَقُّ – فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ ، عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: يَمْحُوا اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَبِ).
إِلَهِي بِالتَّجَنِّي الْأَعْظَمِ ، فِي لَيْلَةِ النَّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ ، الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ: أَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ ، وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ : إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ ، وَصَلَّى الله تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اهـ.
Artinya: Setiap kali membaca Surah Yasin satu kali, maka setelahnya dibaca doa berikut satu kali:
Bismillahirrahmanirrahim. Shalawat dan salam atas junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah, wahai Dzat yang memiliki anugerah dan tidak ada yang dapat memberi anugerah kepada-Nya, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Dzat yang memiliki keutamaan dan kebaikan, tidak ada Tuhan selain Engkau, tempat berlindung bagi mereka yang mencari perlindungan, pelindung bagi mereka yang meminta perlindungan, tempat aman bagi mereka yang ketakutan.
Ya Allah, jika Engkau telah menetapkan aku dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh) sebagai orang yang celaka, terhalang (dari rahmat-Mu), terusir, atau sempit rezekinya, maka dengan anugerah-Mu, hapuslah kesengsaraanku, keterhalanganku, keterusiranku, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku dalam Ummul Kitab sebagai orang yang bahagia, mendapat rezeki, dan diberi taufik untuk melakukan kebaikan, karena sesungguhnya Engkau telah berfirman—dan firman-Mu adalah kebenaran—dalam kitab-Mu yang diturunkan melalui lisan Nabi-Mu yang diutus:
‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh)’ (QS. Ar-Ra’d: 39).
Ya Ilahi, dengan kemuliaan-Mu yang agung, pada malam Nisfu Sya’ban yang mulia, malam di mana segala urusan yang penuh hikmah ditetapkan dan diputuskan, aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengangkat dari kami segala bala yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, serta segala yang lebih Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Mulia dan Maha Dermawan. Shalawat dan salam atas junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya.
Perlu diketahui bahwa kitab Al-Yaqut wal Marjan fi Fadhaili Syahri Sya’ban merupakan Kitab yang berisi himpunan kalam ulama yang cukup komprehensif dalam membahas keutamaan bulan Sya’ban.
Kitab ini ditulis oleh Syekh Abu Bakar bin Muhyiddin Al-Ahsani Al-Farafuri, guru besar di Kulliah Syariah li Jamiah Ma’din Ats-Tsaqafah, fakultas Syariah di Universitas Kebudayaan Islam, Kerala, India (hingga saat ini).
Sebagai penutup, semoga di malam Nisfu Sya’ban tahun ini kita semua bisa beribadah dan mengamalkan apa yang sudah diajarkan oleh ulama-ulama terdahulu, agar kelak kita memdapatkan rahmat dan ampunan dari Allah Swt. Wallaahu a’lam. Dikutip dari NU Online. (*)