Wali Kota Eri Dorong RS Swasta Kerja Sama dengan BPJS

Wali Kota Eri Dorong RS Swasta Kerja Sama dengan BPJS
Wali Kota Eri Cahyadi berharap kepada PERSI agar RS di Surabaya bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi berharap kepada PERSI agar RS di Surabaya bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Tujuannya memudahkan warga Surabaya ketika akan berobat atau mendapat rujukan ke RS terdekat di wilayahnya masing-masing.

Harapan disampaikan Eri saat menggelar pertemuan dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan BPJS Kesehatan di Balai Kota, Selasa, (25/3/2025). Berbagai persoalan kesehatan dibahas, mulai pelayanan rumah sakit (RS) terhadap pasien BPJS Kesehatan hingga peningkatan pelayanan BPJS dan RS di Surabaya.

“Kita tidak bicara lagi soal kuantitas akan tetapi bicara kualitas, ternyata semua RS itu berkenan kalau ada BPJS-nya, sehingga kita nanti akan hitung wilayah ini ada berapa (RS) dan wilayah itu ada berapa. Sehingga nantinya orang-orang tidak perlu lagi datang ke RS yang jauh, tapi RS yang dekat dengan rumahnya,” kata Eri.

Dia menjelaskan, jika setiap RS menerima pelayanan BPJS maka tidak ada lagi terjadi antrean pasien di RS, di Surabaya. “Dengan begitu, maka medical tourism juga akan terwujud,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Eri ingin agar seluruh RS di Surabaya bisa saling bersinergi satu sama lain untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada warga Surabaya. Hal itu dilakukan agar tidak ada perbedaan rasio layanan antara RS swasta dan pemerintah daerah.

“RS ini waktunya bersatu, misal kita mau satu banding 200 seumpamanya, berarti kalau RS itu dihitung pelayanan termasuk dengan rawat inapnya sudah lebih ya berhenti, jangan diizinkan lagi. Kecuali RS yang untuk tindak lanjut, contoh penanganan khusus kanker,” terangnya.

Eri juga membahas soal pembagian unit ambulance untuk RS di seluruh Kota Surabaya. Menurutnya, mobil ambulance milik Pemerintah Kota (Pemkot) bisa dibagi untuk digunakan RS di masing-masing wilayah di Surabaya. Asalkan, setiap ada warga Surabaya yang membutuhkan pertolongan medis harus segera dijemput ke RS terdekat.

“Kalau seperti ini saya bisa melengkapi, kalau di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie itu bisa mobilnya banyak, itu bisa dibagi ambulancenya. Tapi dengan catatan, kalau ada yang sakit harus langsung dijemput. Kenapa di Soewandhie itu perlu banyak, karena RS di ujung-ujung itu ngga nerima BPJS akhirnya saya larikan ke Soewandhie, nah kalau bisa kerjasama ya bisa saya bagi sehingga masyarakat bisa masuk ke RS terdekat,” paparnya.

Selain itu, Eri juga menyinggung soal adanya batas maksimal perawatan pasien BPJS. Dia mengaku, sempat menerima laporan ada pasien BPJS yang diminta pulang oleh pihak RS, padahal kondisinya belum sembuh.

Penulis: Wetly