Ekbis  

Dampak Penerbangan Langsung Guangzhou-Surabaya Iklim Investasi Makin Baik

Dampak Penerbangan Langsung Guangzhou-Surabaya Iklim Investasi Makin Baik

Tak hanya bagi sektor ekonomi dan investasi, kata Khofifah, rute baru ini juga membawa angin segar bagi industri pariwisata Jawa Timur. Destinasi wisata unggulan seperti Gunung Bromo, Kawah Ijen, air terjun Tumpak Sewu dan wisata sejarah di Surabaya kini semakin mudah diakses oleh wisatawan dari Tiongkok, yang selama ini merupakan salah satu pasar terbesar bagi pariwisata Indonesia.

“Kami ingin menjadikan Jawa Timur sebagai destinasi wisata unggulan bagi wisatawan internasional, khususnya wisatawan Tiongkok, dimana dari data BPS 2024, wisatawan Tiongkok berjumlah 93.292 orang atau 28,96 persen dari total wisatawan mancanegara yang berjumlah 322.045 orang ,” urainya.

“Dengan akses lebih mudah, jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menggerakkan ekonomi lokal,” imbuh Khofifah.

Lebih dari sekadar konektivitas bisnis dan wisata, jalur udara ini juga memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Universitas di Surabaya dan Guangzhou kini dapat lebih mudah menjalin pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, serta program pelatihan tenaga kerja.

“Ini bukan hanya soal perdagangan dan pariwisata, tetapi juga membangun masa depan. Pertukaran ilmu dan budaya akan memperkaya wawasan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Dengan kehadiran penerbangan langsung Guangzhou-Surabaya, Jawa Timur semakin siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pariwisata yang terkoneksi dengan dunia.

“Terima kasih Duta Besar RRT untuk Indonesia H. E Wang Lutong, Konsul Jenderal RRT di Surabaya Mr. Xu Yong, Maskapai China Southern Airlines dan juga terima kasih untuk semua pihak atas dukungan dan partisipasinya. Selamat sukses semuanya, mudah-mudahan semua memberikan kebaikan bagi kedua negara,” pungkasnya.

Sebagai informasi, China Soutern Airlines menawarkan penerbangan dengan rute Guangzhou-Surabaya dengan jadwal empat kali dalam satu minggu , yakni, Senin, Rabu, Jum’at dan Minggu, dengan jam keberangkatan pukul 17.15 waktu setempat. Sementara rute Surabaya-Guangzhou pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu dengan jam keberangkatan pukul 08.00 WIB. (*)

Penulis: Amin Istigfain