Eri mengungkap banyak peserta seleksi hanya menawarkan satu inovasi dalam proposal mereka. Artinya, inovasi yang ditawarkan oleh calon tersebut hanya terkait satu bidang tertentu, bukan secara keseluruhan Perangkat Daerah (PD).
“Setelah mereka melihat saya bertanya kepada seluruh kepala dinas, yang akan maju jadi agak minder. Jadi mundurnya diri meminta kesempatan untuk berikutnya,” ujarnya.
Eri menjelaskan bahwa jumlah calon penantang kepada dinas yang mengundurkan diri dari seleksi cukup besar. Pihaknya mencatat ada sekitar 50 orang yang mundur dari seleksi kepala dinas. “Ada sekitar 50 orang yang maju di kepala dinas melemahkan diri,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa seleksi kepala dinas dilakukan langsung olehnya bersama sejumlah guru. Hal ini berbeda dengan proses seleksi lurah dan Kabid yang dilakukan oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
“Jadi kalau kepala dinas, saya sendiri yang ngetes seperti kemarin. Dan ternyata yang akan maju sebagai kepala dinas, ketika melihat hasil seperti itu, saya tampilkan di YouTube, sehingga mungkin orang itu agak minder, akhirnya mereka mundur meminta kesempatan diberikutnya,” akunya. (*)