Pemkab Banyuwangi Salurkan 2.657 Paket Sembako, Dari Karangan Bunga

Pemkab Banyuwangi Salurkan 2.657 Paket Sembako, Dari Karangan Bunga
Foto: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menyalurkan paket sembako kepada warga miskin dan masyarakat terdampak bencana

BANYUWANGI (Wartatransparansi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menyalurkan sebanyak 2.657 paket dari pengalihan anggaran karangan bunga ucapan pelantikan Bupati Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati H. Mujiono. Bantuan disalurkan kepada warga miskin dan masyarakat terdampak bencana di wilayah Banyuwangi, Senin (25/2/2025).

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ingin perayaan pelantikan ini membawa manfaat langsung bagi warga. Dengan mengalihkan anggaran karangan bunga menjadi paket sembako, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan terdampak bencana,” ujar Bupati Ipuk.

Wakil Bupati H. Mujiono menambahkan, langkah ini merupakan wujud komitmen Pemkab Banyuwangi dalam mengedepankan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berterima kasih atas dukungan berbagai pihak. Bantuan ini kami prioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan, sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan,” jelasnya.

Distribusi paket sembako dilakukan secara bertahap melalui Dinas Sosial Banyuwangi bekerja sama dengan aparat desa dan relawan. Sasaran utama penerima bantuan meliputi keluarga prasejahtera, lansia, serta warga terdampak bencana alam di beberapa kecamatan.

Kepala Dinas Sosial Banyuwangi, Henik Setiyo Rini, menjelaskan bahwa proses pendistribusian dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.

“Kami memastikan bantuan ini diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Data penerima diverifikasi dengan cermat agar distribusi berjalan efektif dan merata,” tuturnya.

Pemkab Banyuwangi berharap kebijakan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan Menginspirasi berbagai pihak untuk turut peduli terhadap sesama. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintahan Ipuk Fiestiandani dan H. Mujiono dalam mewujudkan Banyuwangi yang sejahtera dan inklusif. (Yin)