Catatan H. Samiadji Makin Rahmat
(Santri Pinggiran & Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jatim)
Usai salat berjamaah Subuh di masjid, salah satu jamaah mendatangi Al faqir mohon solusi karena mau berangkat haji, kondisi fisik suaminya belum sehat harus menggunakan kursi roda.
Spontan Al faqir menjawab: “Monggo ditata niat dan bermodal takwa, sebagai modal paling utama, yakin Allah azza wajalla memberikan maqroja (jalan keluar) terbaik,” jawab saya singkat.
Tentu dengan mendasari takwa, bukan sekedar nilai-nilai kepasrahan, namun ikhtiar melatih diri untuk tidak berkeluh kesah, bergunjing, marah dan bisa menjaga lisan menjadi kekuatan untuk dimampukan oleh Allah SWT terhadap hamba pilihanNya.
Selain dalil firman dan hadits Baginda Rasulullah SAW, diantaranya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.(QS Al Hajj: 79) dan Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Umrah ke umrah menghapus dosa antara keduanya, dan tidak ada pahala bagi haji mabrur kecuali surga. (HR Malik, Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Al-Asbihani).
Setidaknya, Al faqir punya pengalaman saat membimbing haji maupun umrah. Bagi Allah yang Maha Berkehendak, kalau sudah qun fayakun (jadi, maka jadilah). Allahuakbar 3X Walillahilham, seorang jamaah yang menderita stroke tidak bisa memakai baju, berjalan kakinya ‘nyeret’, ternyata sampai di Madinah saat menjalankan ibadah salat Arbain (40 waktu salat berjamaah di masjid Nabawi), terjadi peristiwa luar biasa.
Saat di kamar mandi, jemaah tersebut berteriak karena jatuh, Al faqir langsung membuka pintunya, ternyata dari terpeleset saat ambil wudlu Allah yang Maha Penyembuh, memulihkan jemaah dari sakit stroke. Sehat kembali.
Inilah bukti, kalau Allah SWT sudah menentukan pilihan kepada hambaNya, maka tiada satu dan siapa pun sanggup untuk menghalangi. Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laatsarika labbaik.
Semoga para jemaah haji Indonesia yang menjadi tamu Allah (dloifullah) dan tamu Rasulullah diberikan kekuatan oleh Allah SWT. Diberikan kemudahan, kesabaran dan kenikmatan menyempurnakan rukun Islam kelima mampu menjalankan rukun, wajib dan sunnah serta kembali ke tanah air membawa gelar haji mabruran, haji yang mabrur tiada balasan kecuali surga. Aamiin ya mujibassailiin. (*)