Pasca kebenaran
Lebih lanjut, Zainuddin menyatakan, perlu dibangun kesadaran masyarakat untuk tidak hanya mengedepankan figur yang memiliki modal finansial. Justru dalam rangka membumikan ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Eka di negeri ini dibutuhkan pemimpin yang modal sosialnya tinggi.
Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Eka, kaya akan nilai-nilai ideologis serta praktis berkehidupan kenegaraan. Oleh karena itu menjadi sangat penting untuk disosialisasikan agar dapat mengubah cara berfikir bahwa yang lebih dibutuhkan bangsa adalah modal sosial, daripada modal finansial.
“Modal kepribadian pemimpin yang bisa dipercaya, jujur, amanah yang kuat komitmen dan keberpihakannya kepada rakyat yang lebih dibutuhkan bangsa ini daripada sekedar pemimpin yang populer karena uangnya banyak,” ujar guru besar ilmu politik itu.
Zainuddin mengingkatkan, pada era pasca kebenaran ini fakta dianggap tidak lebih penting dari persepsi. Tak jarang pemimpin rajin tampil di berbagai media sosial dengan dengan framing atau kemasan yang lebih indah dan biasanya lebih populis, sehingga terbentuk opini lebih dekat dengan rakyat.
Padahal semua itu hanya kesan yang diperoleh dari media sosial, sedangkan faktanya tidak selalu demikian. Pada kenyataan bisa jadi justru banyak rekam jejak kebijakannya yang mempersulit dan membebani rakyat. “Dalam era seperti ini masyarakat perlu diajak lebih cerdas membaca kualitas calon pemimpin,” pungkasnya.(*)