Sebelumnya, dalam jumpa pers yang disiarkan Live di Instagram Bulog, Jumat, 20 Januari 2023, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menjelaskan kenaikan harga beras ini akibat oknum-oknum yang diduga mafia beras.
“Ada data semua, omongannya apa, ada. Jadi jangan seperti itu. Mengadakan pertemuan itu deket-deket kantor Bulog, itu luar biasa,” kata Buwas dalam jumpa pers yang disiarkan di Live Instagram Bulog, Jumat Jumat (20/1/2023).
Sementara, pada Rabu (18/01/2023), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Donny Iwan Setiawan, ST MM menyarankan masyarakat bisa ikut mengontrol dan melaporkan jika naiknya harga jual beras dipasaran ada indikasi disebabkan kecurangan atau penimbunan yang dilakukan pelaku usaha. Namun dia juga berharap masyarakat bisa memahami penyebab kenaikan harga beras yang terjadi belakangan ini, bisa dipengaruhi karena lonjakan harga pokok produksi (hpp) seperti pupuk dan BBM.
“kalau harga naik, yang mempengaruhi salah satu bisa kenaikan harga BBM, dan otomatis biaya lainya seperti pupuk petsisida ikut naik,” kata Donny Iwan Setiawan, ST MM dikantornya. (*)