Tetapi hanya politik kemanusiaan. Karena itulah, kami sangat berterima kasih dengan apa yang dilakukan Partai Golkar,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini dirinya sebagai Bupati Trenggalek ‘mengamen’ kemana-mana untuk mendapatkan vaksin. Karena memang pihaknya kesulitan untuk mendapatkan jatah vaksin. Apalagi dulu memang jatah vaksin lebih banyak diberikan kepada wilayah agelomerasi. Sehingga daerah seperti Trenggalek hanya mendapatkan jatah sedikit.
“Alhamdulliah kini capaian vaksin kita di Trenggalek sudah tembus 40 persen. Dan, jika kemudian ada 5000 vaksin setiap hari dan bisa disuntikkan, maka pada tahun ini capaian sudah 80 persen. Itu harapan kita,” harap Bupati.
“Dan, kita masih mengupayakan 140 ribu dosis di luar jatah reguler. Karena memang Trenggalek perlu diperhatikan. Meskipun saat ini sudah masuk level III, tetapi angka kasus kematian di Trenggalek nomor 2 terbawah. Karena memang di Trenggalek banyak orang tua,” jelasnya.
Karena itu, guna meningkatkan perhatian terhadap kesehatan masyarakat Trenggalek, ditargetkan pada Januari tahun depan, sudah punya rumah sakit baru yang dilengkapi dengan gedung khusus penanganan covid-19.
Sehingga diharapkan tidak ada lagi pasien yang dibawa ke UGD campur dengan pasien yang diduga covid. Sehingga terjadi penularan. “Ada 5 rumah sakit khusus untuk penanganan covid yakni puskesmas yang dijadikan rumah sakit covid. Serta 1 rumah sakit rujuan yakni di UGD. Kita harapkan setelah rumah sakit yang kita harapkan nanti jadi, maka pada tahun 2022 nanti akan semakin banyak lokasi penanganan pasien covid-19,” tutupnya. (sr/min)