Terakhir menurut Arnol, KPU Arief Budiman mengatakan sebanyak 60 bakal calon kepala daerah positif Covid-19. Walau KPU menolak membuka nama-nama para bakal calon tersebut. Sementara itu juga ada 96 petugas Bawaslu di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, juga dinyatakan positif Covid-19.
“Jadi harus disiplin saat Pilkada, dimana di setiap TPS harus jaga jarak, wajib pake masker dan disiapkan cuci tangan. Bahkan harus dilakukan penyemprotan disinfektan TPS setiap jam nya, agar bebas Covid-19,” ujar Arnol.
Ia berharap tidak adanya opsi penundaan Pilkada Serentak 2020. Sebab penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 yang masih beberapa bulan lagi dan ada waktu untuk berbenah.
“Presiden Joko Widodo sendiri mengakui bahwa pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Selama jeda waktu tersebut, pemerintah tetap menyelanggarakan Pilkada dengan standar protokol kesehatan,” jelas pengacara muda ini.
Terakhir kata Arnol, muncul harapan baru bahwa pandemi Covid-19 akan berakhir akhir tahun ini. Sekalipun virus ini belum akan benar-benar hilang, Indonesia diprediksi sudah memproduksi vaksin mandiri. Dengan vaksin tersebut diharapkan mampu mengatrol pasien-pasien corona agar tidak semakin membengkak.
“Meski masih ada jeda waktu dan ada vaksin yang diproduksi, penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 dengan partisipasi masyarakat yang sangat tinggi tentu saja masih menjadi kekhawatiran akan terjadinya klaster baru penularan Covid-19,” pungkasnya. (sab)