Oleh : Djoko Tetuko (Pemimpin Redaksi Transparansi)
Ketika menulis “Amuk Corona” di Jatim menembus 11 ribu kasus positif dan itu menjadi tertinggi di Indoensia, banyak pembaca memberikan reaksi positif dan negatif, termasuk “menggugat” pemberian penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jatim dari Kementerian Dalam Negeri, sebagai juara pertama “Kenormalan Baru Pasar Modern” dan peringkat kedua “Kenormalan Baru Tempat Wisata.
Terkait dengan penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jatim untuk katagori “Kenormalan Baru Pasar Modern” dan “Kenormalan Baru Tempat Wisata”, perlu sedikit penjelasan bahwa kemenangan Pemprov Jatim berdasarkan pengelolaan Pasar Tradisional dan Modern, terutama di Malang Raya ketika memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan menjalankan protokol kesehatan dan tetap membuka dunia perdagangan menggunakan sistem ganjil genap. Wilayah di luar Surabaya Raya menjadi fokus penilaian dan hingga saat ini kasus positif di Malang Raya memang sangat kecil, jika dibanding Surabaya Raya.
Demikian juga penilaian Kenormalan Baru untuk Tempat Wisata, penilaian lebih banyak di Malang Raya dan daerah wisata di luar Surabaya Raya, dimana ketika itu tetap berlangsung dengan protokol kesehatan cukup ketat, tetapi beberapa Tempat Wisata masih buka dengan model pembatasan sesuai ketentuan dengan menjaga jarak. Apalagi sampai tanggal 28 Juni 2020, catatan data kasus; Batu 58; Kota Malang 197; Kab Malang 211 (total kasus 466), lebih kecil dari Kab Gresik 628 kasus positif.
Itu berbeda dengan PSBB di Surabaya Raya dengan menutup sejumlah Pasar Tradisional dan Pasar Modern. PSBB di Jakarta waktu itu begitu patuh dan hampir semua aktifitas berhenti sekaligus tutup total. Demikian juga PSBB di Jabar dan Banten Raya.
Sebagai catatan bahwa Jatim tembus 11 ribu itu, selain sumbangsih dari Kota Surabaya mencapai 5510, Sidoarjo 1.506, dan Gresik 628, maka total kasus positif di Surabaya Raya 7.644. 35 kabupaten/kota lain sangat kecil data kasus positif. Oleh karena itu, jika Tim Gabungan konsentrasi menyelesaikan kasus positif Corona dan pencegahan juga penanganan di Surabaya Raya, itu sama saja menyelesaikan 70 persen kasus di Jatim. Sebagaimana diketahui data sampai tanggal 28 Juni 2020,
(Sidoarjo= kasus positif 1.506; sembuh 233; dan wafat 113 serta Gresik= 628; 81; 62 ).