Tajuk  

Jatim Juara Corona

Jatim Juara Corona
Djoko Tetuko

Oleh : Djoko Tetuko (Pemimpin Redaksi Transparansi)

Tepat 115 hari sejak Presdien Joko Widodo mengumumkan kali pertama 2 warga Depok Jawa Barat, di Istana Kepresidenan, pada tanggal 2 Maret 2020, terkena infeksi virus Corona. Dan sejak itulah Indonesia menjadi salah satu negara positif virus corona (Covid-19).

Pendemi virus Corona
dengan menyebaran tertinggi Jakarta dan sekitar daerah menyangga seperti Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang, beberapa kali penulis di opini dan tajuk WartaTransparansi.com, selalu mengingatkan bahwa menganalisis secara sederhana dengan penyebaran begitu masiv di Kota Surabaya, tinggal menunggu waktu saja Pemprov Jatim juara antarprovinsi dan Kota Surabaya juara antarkota/kabupaten dengan mampu mengungguli provinsi lain.

Sejarah telah mencatat bahwa peristiwa dunia dan nasional, atau nasional berkaitan dengan dunia, Kota Surabaya sebagai ibukota Provinsi Jawa Timur selalu menjadi ukuran. Sebab, jika Surabaya masih adem ayem, maka peristiwa itu hanya biasa-biasa saja. Tetapi jika Surabaya dan Jatim sudah merajai itulah sesungguhnya “pertempuran”, “perlawanan”, “perjuangan”, memasuki masa sangat serius dengan memerlukan penanganan secara sungguh-sungguh. Bahkan wajib menjadi pedoman atau panutan secara nasional.

Covid-19 begitu masiv di Kota Surabaya juga Surabaya Raya (Sidoarjo dan Gresik) karena kota dan kabupaten ini menjadi perlintasan keluar masuk Surabaya, sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa aktifitas ketiga daerah sangat tinggi, walaupun Surabaya tetap sebagai urat nadi dari keramaian dan hilir mudik kehidupan sehari-hari.

Hari ini, Jum’at (26/6/2020) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah mengumumkan bahwa data kasus positif 51.427; sembuh 21.333; wafat 2.683. Dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sudah resmi menjadi juara dengan data kasus (kasus positif 10.901 ; sembuh 3.429 ; wafat 796) jauh meninggalkan DKI Jakarta dengan (10.796; 5.542; 616), selisih 105 kasus positif dengan demikian Jatim juara kasus positif, Jatim juara pasien wafat dengan selisih 180 lebih tinggi, dan tingkat penyembuhan kalah dengan Jakarta.