Tajuk  

Jatim Juara Corona Wabah akan Melemah

Jatim Juara Corona Wabah akan Melemah
Djoko Tetuko

Hari-hari ini semua do’a, semua harapan, semua keinginan, seluruh jagad wabah Corona segera melemah dan tidak mampu lagi menyebarkan virus itu ke mana-mana, berhenti tetapi tidak mati.

Hari-hari ini, percaya tidak percaya angka kasus positif Corona Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah mendekati Daerah Khusus Ibukota Jakarta, tinggal seratus lebih sedikit

Hari-hari ini, tinggal menunggu waktu ketika Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Nasional dan Jatim mengumumkan bahwa provinsi paling ujung timur Jawa dengan ibukota Surabaya juara Corona, maka insyaAllah wabah penyebaran virus Corona dengan nama krem Covid-19, akan menyerah, tidak kalah juga tidak lupa

Hari-hari ini, ketika seluruh anak bangsa sudah menerima berita kabar tentang Kota Surabaya menjadi penyumbang tertinggi Jatim juara Corona, maka Surabaya juga juara antar Kab-kota se Indonesia. Bahkan naik pangkat mengalahkan sejumlah provinsi, kecuali DKI Jakarta. (karena kalah derajat, antara Jakarta sebagai ibukota negara dengan Surabaya sebagai ibu kota provinsi). Percayalah! InsyaAllah wabah Corona semakin melemah (ada seperti tidak ada).

Hari-hari ini, adalah hari dimana goro-goro (peristiwa besar) pernah terjadi di tanah Suroboyo berbatasan dengan sebagian Sidoarjo, ketika perang mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia peda September-Oktober-November 1945, dua daerah ini “memerah dan menghitam kelam” ketika “Surabaya sudah banjir segunung Karangkates” dan “Surabaya dan Sidoarjo kembali seperti rawa”
sebuah sanepanan ; perumpamaan mengandung makna filosofi ), yaitu Surabaya sudah banjir darah, manusia bergelimpangan di mana-mana puluhan ribu gugur sebagai bunga bangsa, maka disebut sebagai Kota Pahlawan karena pasukan Inggris juara Perang Dunia II bersama Sekutu pulang tanpa nama.

Hari-hari ini, adalah hari dimana goro-goro (peristiwa besar) pernah terjadi di tanah Suroboyo berbatasan dengan sebagian Sidoarjo, ketika puncak pergolakan pembantaian antar saudara pada Gerakan 30 September 1965, penumpasan Partai Komunis Indonesia secara besar-besaran, setelah Surabaya dan Sidoarjo, menggunung (memuncak) korban di mana-mana, maka peristiwa itu berakhir dengan korban terbesar sepanjang sejarah dunia. Komunis melemah, komunis tidak pernah lupa, komunis tidal lagi menebarkan ajaran berbahaya.

Hari-hari ini, adalah hari dimana goro-goro (peristiwa besar) pernah terjadi di tanah Suroboyo berbatasan dengan sebagian Sidoarjo, ketika hari-hari ini Surabaya sudah juara Corona (kasus positif terbesar untuk daerah kota/kabupaten ), dan Sidoarjo sebagai kabupaten penyangga sudah mencatat 1000 lebih mengungguli 25 provinsi yang kasusnya baru di bawah 1000. Tinggal menunggu stempel ketika Jatim sudah juara, maka insyaAllah
COVID-19 (Corona Virus Disease ditemukan pada 2019), segera melemah. Dan lama-lama menjadi teman lama.