Hal itu diungkapkan Esti saat menjadi pembicara di United Nations 7th Asia Pacific Forum on Sustainable Development (APFSD) yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara virtual, Rabu (8/4/2020), dengan tema “Enhancing Power Grid Connectivity To Achieve Affordable And Clean Energy For All”. Sektor energi merupakan salah satu area yang menjadi prioritas dari implementasi agenda ini. Salah satu fokus dalam pengembangan sektor energi, yaitu peningkatan konektivitas power grid, agar terciptanya energi bersih dan terjangkau. Hal ini sejalan dan menjawab SDGs no 7, yaitu “Affordable and Clean Energy”.
Dalam forum in, Esti berbicara seputar renewable energy (energi baru terbarukan) dan implementasinya di Indonesia.
Dikatakannya, progres dan implementasi energi baru terbarukan di Indonesia seperti sumber daya energi yang masih didominasi oleh fossil fuel (56 persen batu bara, 16 persen migas), dan porsi EBT masih sekitar 9 persen, serta target Indonesia untuk menaikkan porsi EBT dalam bauran energi nasional sebanyak 23 persen pada tahun 2025. Kemudian rasio elektrifikasi di Indonesia yang kini berada pada angka 99,8 persen.
Politisi dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur X ini juga menyampaikan beberapa tantangan yang mungkin muncul dalam pengembangan inter-konektivitas power grid.
Berdasarkan pengalaman di Indonesia, Di antaranya isu-isu teknis yang diakibatkan oleh kerusakan transmisi. Contohnya, pada tanggal 4 hingga 5 Agustus 2019, di Indonesia mengalami pemadaman listrik terpanjang dan hal ini mempengaruhi kegiatan jutaan masyarakat.
Jika implementasi konektivitas power grid di Asia Pasifik sudah berjalan, masalah seperti ini bisa saja terjadi dan akan mengakibatkan gangguan tidak hanya satu negara penyedia listrik, tetapi negara negara lain yang bergantung pada sistem listrik tersebut.
Adapun tantangan lain yang muncul yaitu tantangan politik, seperti persetujuan bilateral dan negosiasi, yang mungkin akan memakan banyak waktu, infrastruktur, dan juga finansial. Tantangan berikutnya ada pada pricing mechanism atau mekanisme penetapan harga energi yang berbeda-beda.