Tajuk  

Nakhoda Baru PSSI Tenggelam atau Berlayar

Nakhoda Baru PSSI Tenggelam atau Berlayar
Djoko Tetuko

Penghargaan secara totalitas tentu saja, pokja PSSI bentukan nakoda baru Iwan Bule, harus berani transparan mengumumkan target-target prestasi internasional. Juga transparan memberikan penghargaan atau tali asih kepada pemain dengan kriteria dari U-12 sampai timnas senior, tentu saja di atas standar sebagai pemain klub.

Paling tidak, bagi yang masih sekolah atau kuliah, maka perlakuan khusus sebagai warga negara kehormatan dibanding siswa/mahasiswa biasa. Pendapatan sebagai Income atau bayaran juga minimal standar pemain profesional di Asia Tenggara, dan tidak menutup kemungkinan standar Asia.

Demikian juga kelanjutan kehidupan pemain nasional pasca mengantungkan sepatu harus ada jaminan asuransi atau sejenis yang memberikan kepastian bahwa setelah membela negara dan bangsa, mengibarkan merah putih di seantero dunia, tidak telantar atau dibiarkan hidup tidak layak.

Sebab potret hidup tidak layak kebanyak mantan pemain nasional, jika PSSI dan Indonesia cabang olahraga termasuk swpakbola mau bangkit, maka harus ada kepastian dan perlakukan khusus bagi pemain nasional, saat masih aktif dengan standar prestasi maupun setelah sudah pensiun.

Bagi Nakhoda Baru Iwan Bule, tidak ada pilihan jika ingin membangkit sepakbola modern harus berani melakukan perubahan mendasar yang selama ini masih menjadi penghalang prestasi sepakbola Indonesia menuju pentas dunia. Bahkan sudah menjadi tradisi ketika usia dini mampu menorehkan prestasi spektakuler bahkan sampai tingkat Asia dan dunia. Tetapi begitu menginjakkan kaki ke level U-18 ke atas, selalu terseok-seok di kawasan ASEAN.

Prestasi sepakbola Indonesia pernah berjaya terakhir pada tahun 1986 ketika menembus semifinal Asian Games Seoul, waktu itu pelatih lokal (almarhum) Bertje Matulapelwa mampu mempersembahkan prestasi menjanjikan. Ke depan tentu saja, jika ditangani lebih profesional dan sungguh, maka tidak tertutup kemungkinan bersinar di pentas sepakbola dunia.

Sekali lagi nakhoda baru Iwan Bule, dalam 100 ke depan harus melakukan perubahan mendasar dengan serius menangani persoalan rutinitas yang ewuh pakewuh (sungkan) melakukan perubahan. Sebab jika hanya kampanye dan program tanpa tindakan nyata, maka anggap saja nakhoda baru justru menenggelamkan kapal hebat PSSI.

Namun, jika jenderal bintang 3 Polisi ini, melakukan terobosan dan gebrakan yang berbeda juga melakukan langkah-langkah strategis, termasuk seperti dalam pidato sambutan setelah terpilih mau mengorbankan harga diri demi prestasi PSSI dan tentu saja, timnas senior mampu berprestasi tingkat Asia dan dunia, serta timnas kelompok umur terus secara estafet memberikan harapan menjaga prestasi itu. Tentu saja kapal PSSI bakal berlayar jauh dan menjadi hebat walaupun dihadang ombak sehebat dan setinggi apa pun, jika sudah menyiapkan diri untuk menantang samudera persaingan prestasi sepakbola di lautan nan luas, maka akan terua berlayar dan bangkit menuju prestasi dunia. (*)