Tajuk  

Nakhoda Baru PSSI Tenggelam atau Berlayar

Nakhoda Baru PSSI Tenggelam atau Berlayar
Djoko Tetuko

KONGRES Luar Biasa PSSI pada tanggal 2 November 2019, di Ballroom Hotel Shangri-La Jakarta, walaupun sempat ribut sesaat setelah Sekjen Ratu Thisa Destria melakukan absen terhadap peserta kongres, sejumlah calon ketua umum, calon wakil ketua umum, dan calon exco membuat ribut dengan memprotes pimpinan sidang untuk membatalkan sidang.

Ratu Tisha dengan tegas menyatakan bahwa karena agenda tunggal KLB PSSI tahun 2019 adalah memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Executive committee (Exco), maka tidak ada perdebatan atau usulan yang bersifat diluar agenda tersebut.

Baru akan melakukan absen, sejumlah calon berteriak-teriak meminta PSSI membatalkan kongres. Tanpa basa-basi meminta petugas keamanan mengeluarkan para calon yang melakukan protes bukan pada tempatnya, bahkan memalukan di hadapan delegasi FIFA dan AFC.

KLB PSSI berjalan lagi dengan agenda pemilihan, dan sebagaimana diberitakan media ini telah terpilih Komjen (Pol) Mochamad Iriawan (Iwan Bule) dengan suara mutlak tanpa lawan dari calon lain, dengan memperoleh 82 suara dan 3 suara dari 85 dinyatakan tidak sah karena salah mencontreng di kertas suara. Terpilih pula wakil ketua Iwan Budianto dan Cucu Soemantri.

Sedangkan 12 exco terdiri atas ; AS Sukawijaya (45), Dirk Soplanit (62), Endri Irawan (44), Haruna Soemitro (45), Hasnuryadi Sulaiman (44), Juni Ardianto Rahman (45), Pieter Tanuri (52), Sonhadji (52) hasil putaran pertama. Ahmad Riyadh (55),  Hasani Abdulgani (49), Yunus Nusi (44) dan Vivin Cahyani (47).

PSSI dengan nakhoda baru bernama Iwan Bule dan sejumlah exco juga muka baru, walaupun separoh lebih muka lama, mendapat tantangan dari Ketua Umum untuk melakukan percepatan kemajuan sepakbola dengan segera membentuk kelompok kerja (pokja) untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) nomor 3 tahun 2019.

Dan salah satu harapan dengan sentuhan nakhoda baru bersama sejumlah wakil ketua dan Exco muka lama, berharap ada perubahan manejemen dengan basis digital dan transparansi. Juga merevitalisasi blue print PSSI lebih maju lagi dan cepat lagi.

Perhelatan SEA Games Philipina 2019 mendatang yang sudah di depan mata, juga menjadi harapan Iwan Bule untuk mempersembahkan medali emas buat kontingen Indonesia. Dan itu bukan pekerjaan mudah atau gampang dilakukan seperti membalikkan tangan, walaupun peluang masih terbuka karena Timnas U-23 yang merupakan punggawa timnas SEA Games sudah mempersembahkan juara AFF tahun 2019.

Nakhoda baru harus berani melakukan terobosan sekaligus memberikan motivasi dengan meyakinkan bahwa sepakbola Indonesia, terutama penghargaan dan perlakuan terhadap pemain nasional sudah berubah total 360 derajat. Artinya, bahwa pemain adalah di atas segala-galanya termasuk kesejahteraan dan pendapatan sebagai pemain nasional lebih menjanjikan serta memastikan bahwa negara hadir bersama PSSI, memberi jaminan secara totalitas.