Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ketika sedang membaca koran di belakang meja kerja, menyimak berita ambruknya atap SDN Gentong Kota Pasuruan, seorang sahabat asal Jakarta berkabar lewat japri WA :
Sahabat : Assalammualaikum Bang FIM…
Saya : Waalaikumsalam Bro…
Sahabat : Bang FIM dan keluarga semoga sehat ya. Saya baru tiba di Juanda. Ada urusan di Surabaya.
Saya : Alhamdulillah saya sekeluarga baik. In Syaa Allah Bro juga dan urusan di Surabaya lancar.
Sahabat : Bang FIM, saya baca koran .. (ia sebut nama koran). Sedih dan memprihatinkan. Kok bisa atapnya runtuh… Kasihan yang jadi korban.. Apakah ini pertanda kesalahan umara. Lantaran Mendikbudnya milenial yang ahli bisnis (gojek) ?
Saya : Astaghfirallah… Bro, musibah ini kehendak Allah. Ini Qadarallah. Tak ada kejadian sekecil apapun (daun jatuh) yang lepas dari rantingnya pun Allah tahu. Karena Allah Maha Segalanya. Memang, “untuk mengurus atau mengerjakan sesuatu itu serahkan pada ahlinya. Kalau bukan, maka tunggu kehancurannya.”
Sahabat : Kasihan dua korban –murid dan pegawai SDN– itu ?
Saya : Kita doakan kedua syahid dan Allah menempatkan di jannahNYA. Karena almarhumah Irza Almira (8 tahun) sedang menuntut ilmu dan almarhumah Sevina Arsy Wijaya (19 tahun) sedang bekerja mencari nafkah.