Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sesungguhnya perilaku manusia yang mencintai dirinya sendiri (hubbu nafsi) dan selalu mengutamakan dirinya daripada orang lain itu sangat dibenci oleh Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Karena merupakan cerminan sifat individualisme. Yaitu sifat yang hanya memikirkan maslahat dan diri sendiri serta cenderung ingin menang sendiri.
“Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS.Al-Hasyr: 9).
Manusia itu perlu mengenali karakter buruk yang ada dalam dirinya. Agar dalam proses mencari harta ia tidak terjebak ke dalam golongan yang terlalu berlebihan mencintai dunia. Diantara karakter buruk tersebut adalah sifat kikir
Katakanlah : “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya. Dan adalah manusia itu sangat kikir.”
(QS.Al Isra : 100)