Gubernur Khofifah Jajaki Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Energi Listrik

Gubernur Khofifah Jajaki Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Energi Listrik
Gubernur Jatim saat melakukan kunjungan kerja di pabrik kertas PT. Mega Surya Eratama, Kab. Mojokerto, Senin(15/7).

Mojokerto – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan penjajakan pengolahan dan pemanfaatan sampah plastik menjadi energi listrik.

Hal ini dilakukan untuk mendukung rencana perwujudan ketersediaan renewable energy di Jatim pada tahun 2025 bisa mencapai 16,8%.

“Secara nasional pak Presiden minta kita melakukan pemetaan sampah menjadi energi listrik. Karenanya perancangan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sedang dibahas di DPRD dengan target renewable energy di Jatim tahun 2025 mencapai 16,8%,” urai Khofifah sapaan akrab  Gubernur Jatim saat melakukan kunjungan kerja di pabrik kertas PT. Mega Surya Eratama, Kab. Mojokerto, Senin(15/7).

Khofifah menjelaskan, permasalahan sampah khususnya sampah plastik di Indonesia termasuk 5 besar di dunia.

Oleh sebab itu berbagai inisiasi pengolahan sampah tengah digalakkan. Untuk sampah basah misalnya, telah diinisiasi oleh Surabaya dan Lamongan. Sedangkan di Mojokerto diinisiasi sampah plastik .

Harapannya, berbagai inisiasi pengolahan sampah ini bisa memperbanyak keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“Pada kunjungan hari ini kita melihat bahwa ternyata sampah plastik bisa dikelola menjadi energi listrik, dan rencananya awal Agustus akan mulai dioperasikan.

Pabrik ini juga merupakan inisiator pertama di Jatim untuk pengolahan sampah plastik,” tukas gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Ditambahkan, pihaknya juga telah membahas  pengembangannya dengan pemilik pabrik untuk selanjutnya  mengkomunikasikan dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Hal ini penting dilakukan, karena ITS sebelumnya telah memiliki teknologi pengolahan sampah basah menjadi energi listrik.

“Kalau ITS bisa menyiapkan secara masif teknologi pengolahan sampah plastik menjadi listrik, maka harga  mesin pengolah sampah plastik menjadi listrik bisa lebih murah dan mudah aksesnya,” tutur Khofifah sembari mengimbuhkan ini bisa menjadi salah satu solusi atas berbagai problem pengolahan sampah tidak hanya di Jatim tapi juga Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan, saat ini Kementrian ESDM dan BPPT tengah menyiapkan proses pengelolaan dan penanganan sampah. Proses tersebut dibagi dalam 3 varian yakni  sampah reduce,  recycle dan  reuse.

“Dari varian-varian itu khusus Jatim kita ingin melakukan akselerasi terutama untuk mengubah sampah menjadi energi listrik sehingga  menjadi opsi penyiapan renewable energy atau energi non fosil,” terang orang nomor satu di Jatim ini. (min)