Salurkan Air Bersih Atasi Kekeringan di Pacitan dan Ponorogo

Salurkan Air Bersih Atasi Kekeringan di Pacitan dan Ponorogo

Gubernur Khofifah yang hadir di tengah-tengah masyarakat pun menyampaikan, bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau terjadi pada Agustus mendatang. Namun, Pemprov Jatim segera melakukan langkah antisipasi awal dengan lebih strategis bersama Pemkab Ponorogo.

Khofifah menggambarkan, jika Pemprov Jatim mengirim dan menyiapkan air bersih lewat mobil tangki, warga yang tinggal di daerah yang mengalami kekeringan bisa menunggu di titik terdekat.

“Bentuk pelayanan seperti ini yang akan memudahkan masyarakat. Karena, kalau tangki mobil air memiliki keterbatasan waktu, namun jika sudah dipindah di tandon atau tangki air milik masyarakat akan lebih terjamin mendapatkan pasokan air bersih,” ujarnya.
Dirinya menjamin, bahwa Pemprov Jatim akan memberikan pasokan air bersih lebih banyak guna mengantisipasi puncak kekeringan yang akan terjadi pada Agustus.

“Kami terus mengantisipasi puncak kemarau yang akan terjadi di bulan Agustus mulai dari sekarang,” jelasnya.
Sementara di Kab. Ponorogo sendiri telah dilakukan langkah pengeboran terhadap sumur yang berjarak 2 kilometer dari lokasi. Jika langkah tersebut berjalan sukses, maka langkah pipanisasi akan dilakukan untuk dihubungkan ke Dusun Banyuripan.

“Jadi kita bersama pemkab akan bersinergi dan memaksimalkan ikhtiar untuk bisa menyediakan air bersih kepada masyarakat di desa yang mengalami kekeringan terutama ketersediaan air bersih di Ponorogo,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan, kedatangan Ibu Gubernur ke Kab. Ponorogo untuk memberikan bantuan air bersih di desa yang kesulitan air.

Saat ini, di wilayahnya terdapat 12 desa yang masih mengalami kekeringan. Sebelumnya terdapat di 18 desa. Untuk itu, Pemkab Ponorogo akan terus berupaya untuk mendapatkan air melalui pengeboran sumur-sumur.

Ia menyebut, terdapat 59 desa yang krisis air karena debet air yang dihasilkan sedikit. Akan tetapi, Ipong bersama BPBD Kab. Ponorogo akan terus berupaya melakukan pengeboran dan mencari sumber air yang baru.
“Semoga dengan kehadiran Ibu Gubernur ini dapat memberi keberkahan bagi masyarakat Ponorogo, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih,” tutupnya. (min)