Format Pendidikan SMK di Jatim Didesain Ulang

Format Pendidikan SMK di Jatim Didesain Ulang

“Formula kemungkinan empat semester di kelas, satu semester magang, satu semester siap-siap UN. Apakah magang itu butuh satu semester atau satu tahun supaya keluar dari SMK betul-betul siap masuk pada dunia kerja,” katanya sambil menjelaskan tingkat pengangguran terbuka di Jatim tertinggi dari lulusan SMK.

Selain itu, Khofifah akan mengomunikasikan dengan beberapa perguruan tinggi yang memiliki jurusan vokasi agar dapat menampung lulusan SMK. Ia mencontohkan, pada saat pengumuman SNMPTN ternyata banyak anak-anak SMK yang diterima di PTN. Dengan begitu, menjadi siswa-siswi SMK itu keren karena SNMPTN bisa tembus, mau masuk pasar kerja juga bisa tembus.

Mengenai format zonasi juga dibahas dalam Ratas Bidang Pendidikan. Menurutnya, banyak sekali orang tua yang menyampaikan keluhan format tersebut. Anak mereka ingin bersekolah di SMA/SMK favorit tetapi tidak masuk meskipun nilai UNnya tinggi. Ini dikarenakan tinggalnya tidak masuk dalam zona yang dirumuskan.

Karena itu, Khofifah menginginkan sebanyak 90 persen siswa yang diterima di sebuah lembaga pendidikan SMA dan SMK Negeri itu dalam zona. Sedangkan 10 persennya bisa diikuti di luar zona itu. Maksudnya yang di luar zona itu seperti siswa berprestasi, karena kompetisi nilai UN, bisa karena orang tuanya pindah, atau berprestasi di bidang olahraga dan bidang tertentu.

“Ini sekarang sedang finalisasi. Insya Allah dalam waktu dekat ini dikeluarkan Pergubnya supaya bisa jadi referensi kepada calon anak didik baru di SMA dan SMK,” ujarnya. (wt)