Awas! 35 Kab/Kota di Jatim Rawan Banjir dan Longsor

Awas! 35 Kab/Kota di Jatim Rawan Banjir dan Longsor
Bencana longsor yang terjadi di Ponorogo.

Sebagai langkah antisipasi, masih kata Subhan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, termasuk berkoordinasi dengan berbagai kabupaten/kota yang termasuk rawan bencana. Koordinasi untuk berkomitmen bersama mengatasi bencana yang mungkin akan terjadi.

“Semua pemangku kepentingan di daerah rawan bencana, seperti BPBD setempat, Kodim, Polres, Dinas PU, saling menjelaskan ketersediaan SDM, peralatan yang dimiliki, dan juga saling berkomitmen. Misalnya, terkait operasi jika terjadi bencana,” jelasnya.

Beberapa wilayah di Indonesia, memang memiliki potensi bencana alam yang cukup tinggi. Hal tersebut karena geografis Indonesia yang terletak di antara tiga lempeng dunia, sehingga potensi gempa bumi, tsunami dan letusan gunung api masih mengancam. Selain itu, bencana banjir dan tanah longsor termasuk bencana yang sering melanda indonesia.

Khusus di Jawa Timur, memiliki potensi bencana, namun masih didominasi bencana hidrometeorologi. Apalagi, Jawa Timur juga dikelilingi gunung berapi aktif dan lautan, serta intensitas curah hujan tinggi menjadikan wilayahnya menjadi rawan terjadi bencana.

Data BPBD Jatim diketahui, bencana didominasi oleh faktor hydrometeorologi hingga mencapai 53,84%. Bencana hydrometeorologi di Jatim karena letak geografisnya. Jatim memiliki tujuh sungai dengan dua sungai besar, yakni Brantas dan Bengawan Solo, serta lima sungai di bawah kewenangan pemkab dan provinsi.

Dalam bencana hydrometeorologi, sungai menjadi pemicu terjadinya banjir yang dipicu curah hujan tinggi. Selain itu, dataran tinggi sebagai sumber dari banjir bandang dan faktor geografis dikelilingi laut Jawa, membuat Jawa Timur rawan bencana banjir.

Saat ini, upaya pemantauan kondisi wilayah rawan bencana terus ditingkatkan. Selain itu upaya sosialisasi terus dilakukan kepada masyarakat terutama masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana seperti masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) di sepanjang Sungai Brantas dan Bengawan Solo yang rawan banjir.

Guna mencegah risiko dan kerugian akibat bencana alam, BPBD Jatim melakukan serangkaian aksi. Mulai dari kesiapsiagaan sebelum bencana meliputi mitigasi bencana, pencegahan, rencana siaga, dan peringatan dini pada masyarakat. (wt)