Awas! 35 Kab/Kota di Jatim Rawan Banjir dan Longsor

Awas! 35 Kab/Kota di Jatim Rawan Banjir dan Longsor
Bencana longsor yang terjadi di Ponorogo.

Surabaya – Setiap tahunnya, trend bencana selalu terjadi dan bahkan meingkat. Semisal tsunami, erupsi gunung api, banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan puting beliung.

Khusus di Jawa Timur karena telah memasuki musim hujan, risiko bencana juga masih tinggi. Terdapat 22 kabupaten/kota, rawan terdampak bencana banjir dan 13 kab/kota terancam longsor.

Sebagai upaya preventif menghadapi potensi bencana, masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Caranya, mengenali bahaya dan mengurangi risikonya.

“Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, terdapat 22 kabupaten/kota yang rawan terdampak banjir dan sebanyak 13 kabupaten/kota rawan bencana longsor,” kata Subhan Wahyudiono, Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.

Ia menjelaskan daerah rawan banjir meliputi kawasan Sungai Bengawan Solo, Sungai Brantas, Sungai Welang-Rejoso, Sungai Bajul Mati Banyuwangi, Sungai Pekalen Situbondo, dan wilayah sungai di Madura.

“Ini karena ada tujuh aliran sungai di Jawa Timur,” tuturnya.

Sementara untuk wilayah yang rawan bencana longsor, di antaranya, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Probolinggo, Malang, Batu, Banyuwangi, dan Lumajang.

“Berbagai bencana dapat muncul pada musim hujan kali ini selain banjir dan longsor, yaitu angin kencang, puting beliung dan pohon tumbang,” ujar Subhan.