Surabaya – Ketua Umum PSSI Jatim Ahmad Riyadh UB, Ph.D mendukung langkah PSSI Pusat yang mengajak seluruh stake holder sepakbola Indonesia melakukan investagi terhadap dugaan match-fixing (pengaturan skor) beberapa pertandingan di kompetisi Liga 2 yang akhir-akhir menjadi perhatian masyarakat.
Riyadh berharap, induk organisasi sepak bola nasional itu segera membentuk tim untuk itu dan harus segera bekerja secepatnya, mengumumkan hasilnya kepada masyarakat, ini harus dilakukan agar PSSI kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat bahwa match-fixing atau pengaturan skor itu merupakan tindakan orang-orang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak persepakbolaan Indonesia. “Kami sangat mendukung ajakan PSSI untuk melakukan investigasi terhadap dugaan match fixing yang terjadi di Liga 2, PSSI Pusat harus segera bersikap.
Karena selama ini kami yang ada di PSSI Provinsi, terutama Jawa Timur sudah benar-benar menjaga, bukan hanya soal match fixing, tapi juga match acting dan match setting seluruh rangkaian kompetisi yang menjadi tanggung jawab PSSI Provinsi, seperti Liga 3, Piala Soeratin U-17, U-15 dan U-13,” tegas Ahmad Riyadh di Surabaya, Rabu (21/11).
Menurut Riyadh, dengan demikian apa yang sudah dilakukan oleh PSSI Provinsi ini berkelanjutan di tingkat pusat. Sementara itu, Liga 1 dan Liga 2 2018 sudah memasuki fase akhir kompetisi. Liga 1 telah menyelesaikan pekan ke-31, sementara Liga 2 dalam pekan terakhir babak delapan besar. Di saat krusial seperti ini, ada beberapa pertandingan yang diduga mengarah ke pengaturan skor (match-fixing). Hanya saja, hal tersebut masih bersifat dugaan dan belum didukung dengan bukti-bukti yang kuat.