Kedua, kata dia, dirinya berharap siswa berniat ke madrasah untuk belajar mencari ilmu, bukan berniat ingin bertemu siapa atau kepentingan lain, apalagi datang karena dipaksa orang tua. Bagi dia, niat tersebut akan sangat menentukan hasil. “Kalau niatnya sudah salah, maka hasilnya juga akan tidak maksimal,” tutur dia.
Ketiga, kata dia, disiplin. Menurut dia, disiplin akan menjadi faktor penting dalam proses belajar mengajar di madasah. Disiplin bukan hanya menjadi keharusan bagi siswa, tetapi juga semua dewan guru. “Mari kita sama-sama berdoa supaya anak-anak madrasah ini menjadi anak hebat bermartabat. Belajar dengan baik untuk menjadi ilmu yang bermanfaat,” kata dia.
Sementara itu, Waka Kurikulum MAN 1 Lamongan Suminto menambahkan kegiatan matsama siswa baru kelas X akan dilasnakan selama empat hari, mulai Senin (16/07/2018) hingga Kamis (19/07/2018).
Dikatakan, kegiatan matsama ini penting untuk mengenalkan madrasah pada para siswa baru. Diharapkan, mereka tahu jati diri madrasah, mulai dari visi-misinya hingga program yang dimiliki madrasah. “Madrasah kita ini punya ciri khas dan keunggulan, berbeda dengan sekolah lain,” tutur Sumino.
Selain memang memberikan porsi konten agama sebagaimana madrasah lain, lanjut dia, MAN 1 Lamongan memiliki program unggulan di bidang ketrampilan. Bahkan, madrasah juga menjalin kerjasama dengan ITS Surabaya untuk membuka Program Pendidikan Terapan dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik), sebuah program serata diploma. Jadi, siswa lulus dari madrasah sekaligus mendapat ijazah diploma dari ITS.
Selain prodistik, lanjut dia, materi lain yang juga akan disampaikan pada siswa baru adalah mengenai adiwiyata, ICT, kegiatan-kegiatan ektrakurikuler mulai kegiatan drumband hingga jurnalistik.
“Dan tidak kalah penyingnya adalah mengenai absensi karena kita sudah bertekad untuk menjadikan MAN 1 Lamongan sebagai madrasah digital. Jadi, semua siswa yang masuk atau tidak akan otomatis muncul laporan yang langsung terbaca oleh orang tua masing-masing,” ucap dia. (min)